Di Tengah Wabah COVID-19, BPBD Prediksi akan Terjadi Gelombang Tinggi di Perairan Garut Selatan

Ilustrasi Gelombang Tinggi***

garutexpress.id-  Dalam kondisi mewabahnya virus corona (COVID-19), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut tetap siaga memantau bencana. Pasalnya, Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, selama terjadi pandemi COVID-19, di Garut tercatat telah terjadi sejumlah bencana.

Tubagus menyebut, selama bulan April 2020 telah terjadi 18 bencana alam, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Dari belasan bencana yang terjadi itu, sedikitnya 142 kepala keluarga (KK) atau 202 jiwa warga terdampak. Dan terdapat 22 jiwa yang mengungsi.

“Meski kita sekarang COVID-19, kita juga tetap fokus penanganan bencana alam,” katanya, saat kepada awak media, Selasa (28/4/ 2020).

Menurutnya, penanggulangan bencana adalah tugas utama BPBD. Namun, praktik penanganan bencana selama pandemi COVID-19 dinilai agak menyulitkan kerja BPBD.

Tubagus mencontohkan, ketika menangani bencana, sulit untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak. “Tapi kita pasti sedia masker dan hand sanitizer sebagai alat pelindung diri (APD) kita,” katanya.

Diingatkannya, masyarakat di Kabupaten Garut harus selalu waspada terhadap bencana meski saat ini sedang dilanda COVID-19.  Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan bahwa dalam sepekan ke depan akan terjadi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurutnya, diperkirakan memang akan ada gelombang tinggi laut di perairan selatan Garut dengan ketinggian 2,5-3,5 meter. Selain itu, dalam sepekan ke depan akan terjadi hujan merata di wilayah Garut, disertai dengan guntur.

Ia meminta, warga tetap waspada, terutama dengan bencana tanah longsor. “Evaluasi kita selama 2020 sampai April, bencana yang mendominasi adalah longsor dan pergerakan tanah,” tandasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Garut, selama 2020 hingga April telah terjadi ratusan kejadian bencana. Namun, bencana yang paling mendominasi adalah tanah longsor. Dari 123 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Garut sejak awal Januari hingga Maret, 82 di antaranya adalah bencana tanah longsor. (*)

Penulis : BA

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here