Cegah COVID-19, Ribuan Pekerja industri Kulit di Garut Dirumahkan

garutexpress.id- Seiring dengan dikelaurkannya anjuran pemerintah terkait pencegahan penyeberan virus corona (COVID-19), Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Garut mencatat, ada ribuan pekerja industri  kulit di Kabupaten Garut terpaksa harus drirumahkan. Ribuan pekerja tersebut meliputi beberapa sektor, di antaranya penyamakan kulit, kerajinan, hingga toko penjual produk kerajinan kulit.

“Kurang lebih ada 10 ribuan pekerja, sebesar 70 persennya sudah dirumahkan, 30 persennya bekerja untuk menyelesakan pesanan sebelumnya,” kata Wakil Ketua APKI Kabupaten Garut, Sukandar kepada awak media, Senin (3/4/2020).

Dijelaskannya, sejak wabah COVID-19 muncul, aktivitas industri produk kulit di Garut terganggu karena sepinya pemesanan termasuk tidak bisa melakukan pengiriman barang sejak ditetapkannya darurat COVID-19.

“Akibat corona ini penyamakan untuk pengiriman ke Bandung, ke Surabaya banyak yang ditunda, pembayaran juga ditunda sehingga pendapatan otomatis tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, agar kerugian tidak lebih besar, pengusaha kulit di Garut sementara menghentikan kegiatan industri sekaligus upaya menghentikan penyebaran virus dengan merumahkan seluruh pekerja.

Terkait masih adanya beberapa pekerja di industri kulit, APKI telah mensosialisasikan langsung kepada pekerja agar menjaga jarak, kebersihan diri dengan selalu cuci tangan dan selalu menggunakan masker.

Related Post

“Untuk yang masih tetap bekerja kami juga dengan tegas agar selalu pakai masker, cuci tangan dan tidak boleh bekerja jika sakit,” ujarnya.

Selama pekerja industri kulit dirumahkan, Sukandar berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu kebutuhan hidup para pekerja yang dirumahkan itu.

“Pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat, memiliki banyak program yang dapat meringankan beban hidup ekonomi pekerja industri kulit selama darurat wabah COVID-19. Kami sudah mematuhi anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus, kami pun berharap pemerintah bisa memperhatikan pekerja yang dirumahkan, bantuan dari pemerintah sangat diharapkan,” katanya. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.