Belum Resmi Digunakan, Beberapa Titik Ruas Jalan Poros Tengah Terjadi Longsoran

garutexpress.id- Ruas jalan poros tengah Cilawu-Banjarwangi yang saat ini pembangunannya dihentikan karena belum mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Meski belum resmi digunakan, di beberapa titik ruas Jalan Proros Tengah malah sudah terjadi longsoran. Dari pantauan di lapangan sedikitnya ada 4 titik longsor kawasan tersebut, Kamis (16/04/2020).

“Hari ini ada empat titik longsoran di ruas jalan poros tengah yang sudah dibangun Pemda,” tutur Hendri (43), warga Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Menurutnya, longsoran tersebut kondisinya bervariasi, ada longsoran dari tebing yang rata-rata tingginya mencapai 10 meter lebih yang ada di pinggir kiri jalan dengan lebar longsoran rata-rata mencapai 10 hingga 50 meter. Bahkan, akibat longsoran itu, material tanah hingga menutup badan jalan yang lebarnya 8 meter.

“Ada empat titik longsoran, kondisinya bervariasi, kebanyakan menutup badan jalan yang sudah dibangun,” ungkapya.

Selain longsoran dari tebing yang ada di sisi kiri jalan, sisi kanan jalan yang berbatasan langsung dengan jurang yang dibawahnya adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciwulan, juga mengalami amblas di beberapa titik. Tanah yang amblas, hingga membuat lebar badan jalan terkikis.

“Yang paling parah ada jalan yang sudah amblas hingga menyisakan badan jalan sekitar dua meter dari lebar 8 meter,” katanya.

Hendri menyebut, ruas jalan poros tengah sendiri dibangun dengan cara mengeruk sisi tebing di sisi kanan jalan yang kemudian tanahnya digunakan untuk menutup bagian lahan yang akan dijadikan jalan. Sementara bagian kiri jalan, adalah jurang dengan kedalaman bervariasi yang dibawahnya adalah DAS Ciwulan.

“Jadi selain longsoran, badan jalan juga ada retakan-retakan memanjang yang berpotensi amblas ke DAS sungai,” tandasnya. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here