Banding Ditolak, 2 Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Garut Divonis Mati

garutexpress.id- Akhirnya Mahkamah Agung (MA) menolak banding dua pelaku pembunuhan sopir taksi online di Garut. Kedua pelaku itu Jajang alias Keling (33) dan Doni alias Abang (33). Keduanya akan tetap menjalani putusan hukuman mati.

Kedua pelaku telah dijatuhi hukuman mati setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut memutus bersalah. Aksi kedua pelaku dianggap sangat keji.

Majelis hakim PN Garut yang diketuai Endratno Rajamai pada Senin (14/10/2019) lalu, memutuskan hukuman paling berat kepada Keling dan Abang yakni hukuman mati.

Tak terima putusan hakim, kedua pelaku melalui kuasa hukumnya saat itu Asep Saeful mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT). Namun banding keduanya tetap ditolak.

Masih tak puas dengan putusan PT, mereka kemudian mengajukan banding lagi ke Mahkamah Agung. Hasilnya, keduanya tetap divonis mati.

“Putusan dari MA, keduanya tetap divonis hukuman mati,” ujar Kasipidum Kejari Garut, Dapot Dariarma, Sabtu (4/4/2020).

Related Post

Hingga kini, Dapot masih menunggu salinan putusan dari MA kepada kedua pelaku tersebut. Namun pihaknya sudah mendapat informasi soal vonis dari MA kepada keduanya.

“Perkara pembunuhan sopir online di Garut waktu itu, putusan MA menguatkan PN dan PT. Jadi tetap menjalani hukuman mati,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan brutal itu terjadi pada Rabu (30/1/2019). Jasad korban ditemukan warga di sebuah jurang di Cikandang, Kecamatan Cikajang.

Polisi yang melakukan penyelidikan lalu mengetahui identitas korban yakni Yudi seorang sopir taksi online asal Bandung. Dari hasil penyelidikan, Abang dan Keling diketahui menjadi pelaku pembunuhan.

Aksi pembunuhan itu sudah direncanakan karena pelaku ingin mengambil mobil milik korban. Nyawa korban dihabisi dengan keji. Mulai dari kepala dibacok, hingga dilindas mobil berulang kali. Jasad korban lalu dibuang ke jurang. (*)

Penulis : FW
Editor : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.