Bagi Warga yang Tak Mudik, Pemkab Garut Akan Berikan Rp 50.000/KK Setiap Hari

Helmi Budiman- Wakil Bupati Garut.***

garutexpress.id- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) remi melarang mudik bagi masyarakat. menanggapi himbauan yang disampaikan pemerintah pusat, Pemkab Garut menyampaikan dukungannya.

Hal tersebut sebagai wujud dukungan untuk memutus  mendukung larangan mudik yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Jika mudik masih dilakukan, khawatir terjadi peningkatan kasus virus corona.

Menurut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, larangan mudik bagi semua masyarakat jadi langkah bagus untuk memutus penyebaran virus corona. Dengan larangan itu, kontak dari para pendatang bisa terputus.

“Larangan mudik sekarang bagi siapapun. Kalau kemarin kan hanya bagi PNS. Ada kekhawatiran kalau tetap ada yang mudik terjadi peningkatan kontak dan rawan untuk menyebar ke masyarakat,” ucap Helmi, Selasa (21/4/2020).

Pemkab Garut akan melakukan penjagaan di titik masuk ke wilayah Garut. Terutama titik-titik yang biasa dijadikan lalu lintas pemudik.

“Screening masuk ke Garut sudah dan terus akan dilakukan. Kami akan jaga perbatasan lebih ketat lagi,” ujarnya.

Related Post

Penjagaan di titik masuk, lanjutnya, sangat efektif. Salah satu pasien positif terdeteksi dari penjagaan di titik masuk ke Garut. Petugas akan memeriksa identitas dan kondisi kesehatan orang yang datang.

“Akan dilakukan di lebih banyak lagi titik-titik yang dijadikan lalu lintas keluar masuk Garut,” katanya.

Helmi juga meminta warga Garut yang berada di perantauan untuk tak mudik. Pemkab akan memberikan bantuan jatah hidup (jadup) kepada warga yang kepala keluarganya tinggal di daerah perantauan.

“Yang tidak mudik kepala keluarganya, nanti kami beri jadup. Keluarganya di sini sudah didata dan akan diberi jadup Rp 50 ribu per KK setiap harinya,” ucapnya. (*)

Penulis : FW

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.