Antisipasi Kelangkaan, Pasokan Gas Bersubsidi untuk Garut Ditamabah 50%

garutexpress.id- Untuk mengantisipasi kelangkaan gas bersubsidi, PT Pertamina menambah pasokan LPG subsidi 3 Kg di wilayah Kabupaten Garut, Sabtu (4/4/2020).

Penambahan pasokan ini mencapai 50 persen yang merupakan alokasi yang bersifat situasional, menyusul imbauan Pemerintah untuk berdiam di rumah. Disamping itu, kedatangan gelombang pemudik yang baru diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut akhir Maret 2020 lalu juga menjadi pertimbangan.

“Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan LPG karena sebagian besar masyarakat kini akan berada di rumah sehingga aktivitas memasak juga bertambah. Melihat situasi tersebut, kami melakukan penambahan pasokan LPG subsidi untuk mempermudah masyarakat,” jelas Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III, Dewi Sri Utami, Sabtu sore (4/4/2020) dalam keterangannya.

Dijelaskannya, pada kondisi normal, rata-rata penyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Garut mencapai hampir 50 ribu tabung per hari. Dengan adanya fakultatif ini, total penambahan LPG 3 Kg di Kabupaten Garut mencapai hampir 32 ribu tabung.

“Berdasarkan pantauan kami, beberapa wilayah memberlakukan isolasi daerah sehingga pergerakan masyarakat lebih terbatas. Akibatnya, terdapat kenaikan kebutuhan di sektor rumah tangga karena LPG 3 Kg digunakan untuk memasak,” ungkapnya.

Dewi menegaskan, masyarakat yang berhak dapat membeli LPG subsidi dengan mudah di pangkalan LPG resmi Pertamina. Terdapat total 1048 pangkalan dan 35 agen LPG subsidi resmi Pertamina di wilayah Kabupaten Garut yang tersebar hingga seluruh desa.

Related Post

Dengan membeli di pangkalan resmi Pertamina, masyarakat akan memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasar SK Bupati, yakni Rp 16.000 per tabung, serta terjamin keasliannya.

LPG 3 Kg merupakan LPG subsidi yang peruntukannya diatur dalam Peraturan Presiden No. 104/2007 dan Peraturan Menteri ESDM No. 21/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga.

Pada aturan tersebut, tertuang jelas bahwa alokasinya hanya ditujukan bagi rumah tangga pra sejahtera, yakni yang memiliki penghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan, serta kegiatan usaha kecil dan mikro. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.