Prostitusi Online, Mengungkap Motif dan Modus “Cewe BO” di Garut

Garutexpress.id – Istilah “BO” dalam percakapan di aplikasi MiChat tentunya memiliki konotasi negatif. “BO” memiliki arti (Booking Order). Istilah itu digunakan para pelaku prostitusi online yang saat ini sedang marak di Garut.

Selain “Bo” ada juga istilah “St” dan “Lt”. Istilah “St” berarti (Short time) artinya pelanggan yang bermain dalam waktu pendek. Sementara istilah “Lt”  berarti (Long time) bagi pelanggan yang ingin bermain lama.

Tarif yang dikenakan tentu berbeda untuk BO St dan Bo Lt. Tarif St berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 500.000. Sementara Lt tarifnya mulai Rp 800.000 hingga Rp 2000.000. Namun harga tersebut tentunya bisa dinego sesuai kesepakatan.

Para pelaku penjaja bisnis lendir secara online mengaku terdesak kebutuhan ekonomi. Mereka kebanyakan berstatus janda yang telah memiliki anak.

“Terpaksa demi memenuhi kebutuhan hidup dan biaya anak,” kata wanita yang mengaku Intan, dalam percakapan bersama tim GE, Jumat (20/3/2020).

Intan mengaku dirinya terpaksa mengambil jalan pintas menjajakan diri setelah ditinggalkan suaminya bercerai.

Wanita beranak satu itu, mengaku setiap hari bisa melayani lebih dari tiga orang pelanggan. Ia menjalankan bisnis lendirnya di salah satu kosan di Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat.

“Pokoknya sehari lebih dari tiga orang. Bahkan bisa sampai 7 orang. Maennya ya dikosan,” ucapnya.

Saat ditanya pengalaman pahit, Intan mengaku terkadang mendapat pelanggan yang “rese” (menjengkelkan).

“Waktu itu saya pernah dapat tamu rese. Mungkin dia habis mabuk. Pokoknya banyak permintaan. Tapi bayarnya ga sesuai perjanjian,” kata dia.

Intan mengaku, sebenarnya ia ingin bertaubat. Tapi sampai saat ini ia belum menemukan jalan terbaiknya.

“Hati kecil saya sebenarnya ingin menjalani hidup normal. Tapi apa daya, kalau ga bekerja seperti ini saya mau makan apa. Beli susu buat anak saya dari mana,” katanya.

Ia berharap suatu saat nanti, ia dapat jalan ke luar. Sehingga kehidupannya dan anaknya bisa hidup normal tanpa harus bergantung pada bisnis lendir seperti sekarang ini. (*)

Penulis: Tim Garut Express
Editor: Farhan SN/ Encep S


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here