Kasus ODP-PDP Covid-19 Terus Bertambah, Pemkab Garut : Jangan Panik!

Ricky Rizky Darajat. Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut, saat diwawancarai awak media, Rabu (25/3/2020).***

garutexpress.id -Pemerintah Kabupaten Garut terus meningkatkan upaya guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), dengan cara penyemprotan cairan disinpektan di fasilitas umum yang langsung dipimpin Bupari Garut, Rudy Guanawan, Selasa (24/3/2020).

Tak hanya itu, Pemerintah juga melalui pihak terkait kerap merazia tempat-tempat hiburan yang banyak kerumunan orang, serta upaya-upaya lainnya. Meski begitu, kasus virus corona di Garut terus bertambah.

Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut, Ricky Dizky Darajat, mengatakan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sampai dengan Selasa (24/03/2020), sampai pukul 18.00 WIB secara keseluruhan jumlah kasus dugaan covid-19 sebanyak 185 kasus terdiri dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7 kasus dan Orang Dalam Pengawasa (ODP) sebanyak 178 Kasus.

Sedangkan sebelumnya, pada press conference di gedung Command Center, Kompleks Pendopo Garut, Senin (23/3/2020) Ricky menyebutkan, hari Senin (23/3) sampai pukul 12.00 WIB siang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 7 orang, sementara untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) ada 74 orang.

  1. Senin (23/03) Sampai Pukul 12.00 WIB sebanyak 81 Kasus

PDP : 7 Kasus

ODP : 74 Kasus

2. Selasa (24/03) Sampai Pukul 18.00 WIB sebanyak 185 Kasus

PDP : 7 Kasus

ODP : 178 Kasus

Atas dasar itu, Ricky mengimbau hal tersebut mohon untuk disikapi secara serius dan patuhi semua anjuran pemerintah. Ia juga berharap mohon do’a nya dari seluruh warga Garut mudah-mudahan tidak sampai ada yang positif terjangkit Covid-19.

Ricky meminta masyarakat untuk ikut mendukung himbauan dari Pemerintah Daerah Garut terkait pencegahan virus corona, di antaranya jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting, jangan banyak berkerumun, mencuci tangan pakai sabun, dan melakukan pola hidup sehat.

“Masyarakat juga jangan percaya berita bohong atau hoaks. Dan jangan ikut mem-publish atau menyebarkan informasi jika ada warga yang baru pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Orang Dalam Pengawasan (ODP),” tandasnya.

Ricky menyebutkan, jumlah ODP maupun PDP tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah. Pihaknya juga tidak gegabah mencatat orang yang ODP maupun PDP sebelum hasil laboratorium keluar, karena yang memiliki kesamaan dengan ODP maupun PDP belum tentu terpapar virus corona.

“Makanya masyarakat jangan panik, dan jangan terburu-buru menyebarkan informasi sebelum datanya akurat agar masyarakat juga tenang,” katanya. (*)

Penulis : Papap Dindin

Editor   : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here