Dampak Virus Corona, Harga Jahe di Pasar Ciawitali Garut Melonjak

garutexpress.id- Virus korona atau Covid-19 mulai mewabah di Indonesia beberapa waktu lalu. Meski demikian, virus mematikan itu belum mempengarui terhadap harga sembako, khususnya di pasar Ciawitali Garut.

Berbeda dengan sembako, harga salah satu produk tanaman herbal, Jahe justeru mengalami kenaikan cukup signifika.

Menurut Asep, salah seorang pedagang jahe di kawasan pasar Ciawitali Garut, sudah hampir sebulan terakhir harga jahe mengalami kenaikan yang signifikan.

“Biasanya jahe kisaran harga Rp 40 ribuan per kilonya, sekarang sampai Rp 80 ribuan per kilogram,” tandasnya.

Ia mengatakan mahalnya harga jahe dimungkinkan karena adanya isu yang menyebutkan bahwa jahe bisa menyembuhkan virus corona.

“Mungkin karena ada isu yang menyebutkan bahwa jahe bisa menyembuhkan virus korona,” tukasnya.

Sementara itu, Ardy (29) salah seorang pedagang sembako ( 9 bahan pokok) di pasar Ciawitali Garut mengakui, bahwa saat ini harga sembako masih relatif normal.

“Sampai saat ini belum ada kenaikan, harga sayuran tetap normal,” ujarnya, saat ditemui wartwan di lapak dagangannya, Senin (16/3/2020).

Menurutnya, pasokan barang juga terbilang normal, tidak ada kendala berarti dan para pembeli pun masih seperti biasa. “Kayaknya belum ada pengaruh dari isu (virus corona) ke harga bahan pokok,” tukasnya. (*)

Penulis  : Tim GE

Editor    : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here