Dampak “Libur Corona,” Pedagang Bambu Keluhkan Omzetnya Menurun

H. Obuy Beni S, pedagang bambu di kawasan Jalan Terusan Pembangunan, Kelurahan Pataruman, Kabupaten Garut, Kamis (19/3/2020)***

garutexpress.id- Dampak wabah virus corona mulai dirasakan pelaku usaha. Di Kabupaten Garut, khususnya pascadiberlakukan “libur corona” sejak hari Senin (16/3/2020), selain para pengusaha angkutan, beberapa pedagang mengeluhkan omzetnya yang menurun derastis.

H. Obuy Beni S, salah seorang pedagang bambu di kawasan Jalan Terusan Pembangunan, Kelurahan Pataruman, Kabupaten Garut mengaku, sejak diberlakukannya “libur corona” di produk yang dijualnya menjadi sepi pembeli.

“Ya, penurunannya (omzet) cukup derastis. Khususnya setelah beberapa hari terakhir setelah ada ‘libur corona.’ Biasanya, saya bisa menjual 250 batang per hari dengan harga per batang mulai Rp 8000 hingga Rp 25.000 tergantung besar becil dan panjangnya bambu. Namun, sejak libur corona ini menurun, paling sehari 10 sampai 20 batang saja,” ujar H.Obuy, seraya menepak jidatnya sendiri, saat djumpai di lapak dagangnnya, Kamis (19/3/2020).

H.Obuy mengaku heran, kenapa bambu yang dijualnya bisa sepi pembeli. Padahal menurutnya, tak ada hubungannya bambu dengan virus corona. Saat ini kebingungan, jangankan dapat laba, ia malah kebingungan untuk mengembalikan modalnya.

“Ya, nasib. Saya heran, apa sih hubungannya bambu dengan virus corona? Jangankan dapat laba, saya sekarang lagi bingung untuk mengembalikan modal. Biasanya, saya bayar ke bandar dua hari sekali, sekarang malah omzet turun drastis sekali. Saya berharap, mungkin KADIN Garut mau membantu kesulitan pengusaha kecil yang tengah terjepit seperti saya ini,” ungkapnya. (*)

Penulis : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here