Warga Keluhkan Sejumlah Ruas Jalan yang Rusak, Dinas PUPR Garut Anggap Wajar

garutexpress.id- Warga mengeluhkan rusaknya sejumlah ruas jalan di Kabupaten Garut. Kerusakan jalan tersebut variatif, mulai dari berlubang dan aspal yang terkelupas.

Akibat rusaknya jalan tersebut,kenyamanan pengendara terganggu, menimbulkan kerusakan kendaraan dan tentunya mengancam keselamatan jiwa. Terlbih saat musim hujan, lubang-lubang jalan yang tertutup genangan air menjadi tak telihat sehingga membahayak jika terlindas.

Paling rentan kecelakaan akibat keadaan ruas jalan rusak tersebut menimpa pengendara kendaraan roda dua. Di antara titik jalanan yang rusak, misalnya di ruas Jalan Hasan Arif menuju arah obyek wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

“Ya, sudah banyak pengendara yang jadi korban akibat melindas jalanan yang rusak. Apalagi malam hari yang minim penerangan jalan,” tutur Aris Jaelani (40) waga sekitar Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

Tercatat ada sejumlah titik ruas jalan yang rusak di Kabupaten Garut, di antaranya ruas Jalan Gatot Subroto arah obyek wisata ziarah Makam Keramat Godog Kecamatan Karangpawitan, dan ruas jalan menuju kawasan wisata Darajat Kecamatan Pasirwangi, jalan arah obyek wisata Situ Cibeureum Kecamatan Samarang arah Taman Wisata Alam Kawah Kamojang, dan ruas jalan Situ Cangkuang menuju obyek wisata Taman Satwa Cikembulan Kecamatan Kadungora.

Bukan hanya itu, bahkan ruas jalan padat lalu lintas di sekitar kota Garut juga mulai dihiasi bolong-bolong. Seperti ruas Jalan RSU-ruas Jalan Pembangunan arah kantor Bupati Garut, dan ruas Jalan Terusan Pembangunan.

Bahkan pada sambungan jembatan Maktal dengan ruas Jalan Cimanuk di perempatan lampu merah Maktal pun terdapat lubang menganga cukup dalam, dan lebar hingga membahayakan pengendara. Terutama pengendara dari arah Jalan RSU menuju Jalan Papandayan, dan Jalan Bayongbong.

Warga mengaku heran, sejumlah jalanan yang rusak tersebut seolah dibiarkan, tidak diperbaiki. Bahkan, sebagian jalan yang baru sudah kembali rusak.

“Bukan hanya berlubang, banyak ruas jalan yang aspalnya bergelombang. Tambalan-tambalan aspal jalan juga tak rata, dan sangat mengganggu,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut Luna Aprianti, menyebut kondisi ruas jalan berbolong-bolong itu, baik di daerah maupun perkotaan, masih dalam tahapan wajar, atau di bawah lima persen.

Pihaknya mengklaim, semua kondisi jalan rusak tersebut sudah terdata, dan masuk rencana yang akan diperbaiki secara bertahap, kendati dilakukan dengan cara penambalan. Hal itu masuk pada kegiatan pemeliharaan yang dilakukan mulai Januari hingga Desember setiap tahunnya.

“Kalau perbaikan jalan berskala besar, apalagi hotmiks, pengaspalan, pembuatan jalan, baru tentunya melalui lelang yang akan mulai dilakukan sekitar bulan April,” ujarnya, saat dihubungi wartawan baru-bau ini.(*)

Penulis : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here