Urai Kemacetan, Sistem Satu Arah akan Diberlakukan di Beberapa Jalan Kota Garut

garutexpress.id- Beberapa ruas jalan di pusat kota Garut akan dilakukan rekayasa untuk mengurai kepadatan. Sistem satu arah atau one way akan diberlakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Garut di beberapa ruas jalan.

Kasi Manajemen Lalu Lintas Dishub Garut, Indra Gahara, mengatakan, kepadatan kendaraan di pusat kota Garut jadi pertimbangan untuk melakukan rekayasa. Pihaknya sudah melakukan kajian sejak Oktober 2019.

“Mulai besok kami akan melakukan sosialisasi rekayasa jalan. Beberapa ruas jalan yang asalnya dua arah, akan menjadi satu arah,” ujar Indra di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2020).

Perubahan jalan itu diperkirakan Indra akan cukup membingungkan masyarakat. Pihaknya bersama Polres Garut akan menyiapkan personil untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Jalan yang diberlakukan searah yakni Jalan Ahmad Yani, Jalan Pramuka, Jalan Bank, dan Jalan Veteran.

Rekayasa yang dilakukan yakni Jalan Ahmad Yani mulai dari Kantor BJB hingga arah Rutan Garut akan berlaku satu arah. Kendaraan dari Alun-alun Garut, Jalan Ahmad Yani tak bisa langsung lurus ke arah SMP 1 Garut.

“Dari Alun-alun itu harus memutar dulu ke Jalan Pramuka (Kantor Kecamatan Garut Kota) lalu belok kanan ke Jalan Bank dan Jalan Veteran. Baru kembali lagi ke Jalan Ahmad Yani,” katanya.

Kendaraan dari Jalan Cikuray juga tak bisa belok ke arah Jalan Veteran atau kawasan Kodim 0611 Garut. Jika ingin menuju Kodim atau Stasiun Garut harus memutar ke Jalan Ahmad Yani dan belok ke Jalan Pramuka.

Related Post

“Sekarang kan dari Jalan Veteran tak bisa belok kanan. Nanti setelah diberlakukan, maka kendaraan bisa belok kanan karena Jalan Ahmad Yani depan SMP 1 Garut sudah searah,” ucapnya.

Perubahan jalur lain yakni kendaraan dari arah Bundaran Guntur tak bisa belok kanan ke Jalan Bank atau Kantor BRI. Semua kendaraan hanya bisa belok kiri ke Jalan Bank menuju Jalan Veteran.

“Pasti akan membingungkan. Tapi kami akan sosialisasi besok. Pasang spanduk juga sebagai pemberitahuan ke warga,” ujarnya.

Indra menambahkan, rekayasa tersebut diharap bisa mengurai kepadatan. Terutama di perempatan Jalan Pramuka dan Jalan Bank. Pasalnya banyak kendaraan yang melintasi kedua jalan itu.

“Rekayasa ini tak mengubah jalur angkutan umum. Kalau sudah terbiasa nanti juga akan tahu jalurnya ke mana. Selama 30 hari akan terus kami sosialisasikan,” katanya. (*)

Penulis : FW

Editor  : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.