Tercatat 2,8 Juta Wisatawan Datangi Garut, Baru 5 Persennya dari Mancanegara

CURUG Sanghiyah Taraje, salah satu kawasan wisata alam di Kecamatan Pamulihan, Garut selatan yang masih 'perawan'.***

garutexpress.id- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat, dalam rentang 2019 terdapat sekira 2,8 juta yang berkunjung ke Garut.  Dari jumlah tersebut, baru sekira 5 persennya wisatawan asal mancanegara.

Menurut Kadisbudpar Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, alasan minimnya wisman berkunjung tak lain adalah aksesibiltas yang belum bervariasi. Saat ini, satu-satunya cara untuk pergi ke pusat kota Kabupaten Garut hanya menggunakan kendaraan bermotor.

“Jadi wisatawan asing yang datang masih sangat kecil. Baru sekira 5 persen dari total kunjungan wisatawan,” kata Budi, Rabu (22/1/2020).

Diungkapkannya, umumnya wisman yang datang ke Indonesia itu memiliki waktu 12 hari. Asumsinya, enam hari pasti dihabiskan di Bali sebagai magnet terkuat Indonesia di mata wisman (wisatawan mancanegara), dua hari disisihkan untuk melakukan perjalanan, sementara empat hari sisanya diperebutkan daerah wisata lain, seperti Bandung atau Yogyakarta.

Menurutnya, biasanya wisman yang datang ke Bandung setelah berlibur di Bali, itu memilih Garut sebagai tujuan selanjutnya. Namun, dikarenakan kondisi jalan ke Garut saat ini relatif sering macet, akhirnya wisman meneruskan perjalanan ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api.

Hal itu juga disebabkan jumlah penerbangan ke Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung semakin berkurang.

“Wisman dari Bali biasanya mendarat di Soekarno-Hatta, lalu ke Bandung. Dari Bandung, saat ini mereka lebih memilih ke Yogyakarta dengan kereta,” katanya.

Budi optimistis, pada 2020 wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut akan semakin banyak. Ditargetkan pada 2020 akan ada 3,1 juta wisatawan yang berkunjung.  Terlebih, saat ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mereaktivasi jalur kereta dari Stasiun Cibatu ke Stasiun Garut, yang ditarget dapat beroperasi pada awal 2020.

“Mudah-mudahan dengan rencana kereta garut beroperasi kembali, wisatawan asing itu bisa menggunakan moda kereta. Itu pengharapan kami pada 2020,” ucap dia.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut juga menyiapkan sejumlah festival untuk memancing wisatawan datang. Bahkan, Budi mengklaim, belasan festival yang sudah disiapkan Pemkab Garut terpilih dalam 167 festival unggulan Jawa Barat (Jabar) 2020 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here