Serbuan Produk Berbahan Sintetis Membuat Industri Kulit Sukaregang Lesu

garutexpress.id– Dalam tiga tahun terakhir kegiatan industri penyamakan kulit di  Sukaregang Garut dikabarkan tengah lesu. Penyebab lesunya usaha penyamakan kulit di Sukaregang ini di antaranya pasokan bahan baku, serbuan produk sintetis dan menurunya pasokan kulit domba dan sapi.

Menurut Wakil Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut,Sukandar, sejak tahun 2017 hingga 2020, tercatat dari 400 pengusaha (kulit) menengah, yang masih aktif tinggal 40 persen atau sekitar 100 penyamak kulit yang masih bertahan.

“Sisanya (60 persen) sudah diibaratkan  mati segan matipun tak mau, alias terancam gukung tikar. Hanya saja, untuk katagori pengusaha kulit yang memiliki pabrik, yang kini  jumlahnya sekitar 55 perusahaan masih tetap bertahan karena tertolong oleh penyewaan mesin proses bagi para pelaku usaha kulit menengah kebawah,” ungkapnya,Kamis (30/01/2020).

Dijelaskannya, ada beberapa indikator penyebab lesunya usaha industri kulit di Sukargang Garut. Persaingan pasar bebas global, dengan masuknya produk import berbahan baku sintesis seperti sepatu,tas dan sejenisnya menjadi salah satu penyebabnya.

“Kita kalah saing dengan produk sintetis impor dari China yang dari sisi harga jauh lebih murah ketimbang berbahan baku dari kulit. Namun, dari sisi kualitas tentunya jauh lebih baik kulit dibanding bahan sintetis,” katanya.

Sukandar menyebut,  jika dibandingkan dengan industri kulit di daerah lain, industri kulit Sukaregang terbilang masih kuta. Padahal beberapa daerah lain, semisal di Jogyakarta,Jakarta dan Bandung hampir rata-rata pabrik kulit banyak yang tutup.

“Meski industri kulit di Garut tidak berjalan semestinya, namun masih tetap bertahan dibandingkan dengan sejumlah industri kulit di bebera daerah lain yang sudah tutup, “katanya.

Diharapkannya, untuk mengembalikan kejayaan industri kulit Sukaregang diperlukan peran serta pemerintah setempat. Peran pemerintah setempat bisa mendorong perkembangan industri melalui sisi regulasi atau inovasi.

“Bisa saja pemkab Garut mewajibkan ASN nya untuk menggunakan produk kulit lokal Garut untuk sepatu atau aksesoris lainya terasuk untuk TNI yang selama ini menggunakan sepatu berbahan sintetis beralih ke berbahan baku kulit,” harapnya. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here