Sempat Tercoreng, BPPD Berkewajiban Benahi Citra Pariwisata Garut

Garutexpress.id – Tahun 2016 Kabupaten Garut sempat disorot dan dijuliki sebagai kota termahal. Julukan itu mencuat saat masyarakat mengunggah bukti pembayaran parkir dan tiket masuk yang dinilai terlalu mahal di salah satu tempat wisata di Garut.

Menyikapi hal itu pemerintah Kabupaten Garut terus berbenah dan berupaya mengembalikan nama baik pariwisata di Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan berharap kesan negatif pariwisata di Garut tersebut mampu dihilangkan dengan dilantiknya Badan Promosi Pariwisata Daerah (DPPD).

“Badan Promosi Daerah itu tugasnya membantu pemerintah daerah, mereka kan professional, mereka merumuskan bagaimana pariwisata di Garut berkembang (konsep/red) misalnya orang datang ke Karacak Valley bisa langsung ke Sukaregang, dari Sukaregang ke (tempat lain/red) membuat sinergitas itu nya yang diperhatikan,” Kata Rudy usai pelantikan Dewan Promosi Daerah, Senin (20/1/20).

Ketua BPPD Rahmat Kadi, menyebut bahwa langkah awal setelah dilakukanya pelantikan adalah membangun terlebih dulu kordinasi dan silaturahmi pada semua elemen asosiasi pariwisata, masyarakat dan pemerintah daerah.

Related Post

“Langkah awal kita tetap mengimplementasikan tugas dan fungsi sesuai aturan, membangun citra baik, kordinasi dan riset,” Ungkapnya.

Rahmat juga menyinggung soal titel Garut “kota termahal”, menurutnya titel tersebut kembali pada bentuk pelayanan yang dilakukan.

“Mahal ini sebetulnya ketika berbicara wisatawan ini adalah membicarakan soal kepuasan, kenyamanan dan keamanan. Ketika kita sudah bisa melayani itu, tidak ada yang namanya destinasi wisata yang mahal,”

“Semua yang harus kita lakukan adalah tidak hanya bagaimana membentuk, merencanakan akan tetapi bagaimana kita melayani wisatawan yang datang ke Kabupaten Garut,” Tandasnya.

Penulis : Sidqi Al Ghifari


Sidqi Al Ghifari:
Leave a Comment

This website uses cookies.