Program ‘Amazing’ Garut Gagal, Mahasiswa Tuding Ada Praktik Korupsi

SEJUMLAH aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat menggelar aksi unjuk rasa di kompleks Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa (28/01/2020)./ foto: Zenal/ garutexpress.id.***

garutexpress.id- Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Garut di antaranya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), KAMMI,IMM dan PMII kembali menggelar aksi unjuk rasa di beberapa titik, mulai kawasan Simpang Lima, kompleks Pemkab Garut dam Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa (28/01/2020).

Dalam aksinya kali ini, para aktivis mahasiswa mempertanyakan program ‘Garut Amazing’ yang diusung pemerintahan Rudy Gunawan. Mereka menilai program ‘Amazing’ yang dijadikan sebagai lokomotif perubahan untuk mewujudkan Garut yang bermartabat,nyaman dan sejahtera telah gagal.

Menurut aktivis GMNI sekaligus koordinator aksi, Imam Nurul Hakim, semasa kepemimpinan Rudy Gunawan pada priode kedua masa jabatannya telah gagal. Bahkan, Garut saat ini dengan berbagai programanya yang gagal telah masuk dalam keadaan darurat korupsi.

“Garut darurat korupsi. Upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) tidak dilakukan secara jelas dan tegas. Nampak seperti tumbuh berkambang, terlihat dari mulai pengelolaan pekerjaan yang banyak dilakukan oleh pengusaha yang berada di lingkungan dekat Rudy (Bupati/red.). Bahkan diduga kuat proyek- proyek besar dikerjakan oleh keluarga bupati,” ungkapnya.

Imam menyebut, kegagalan bupati ini bisa dilihat dari kualitas pekerjaan (proyek) program “Amazing” banyak yang bermasalah. Kalau tidak mangkrak, kualitas rendah dan tidak menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Kondisi itu terjadi karena semuanya hasil kongkalikong, mulai dari perencanaan, plaksanaan, pengawasan maupun pengendalian.  Seolah-olah Rudy meminta kualitas pekerjaan harus baik. Padahal, dibalik itu semua, aroma KKN tercium dan berasal dari lingkungan dia sendiri,” katanya.

Dalam aksinya, para mahasiswa mendapat pengawalan ketat aparat dari Polres Garut. Saat berlangsungnya aksi demonstran mengusung berbagai poster yang bertulisan bernada tuntutan terhadap Bupati dan Peemrintah Kabupaten Garut.

Related Post

Usai melakkan, aksi di jalanan, sekelompok mahasiswa merangsek ke gedung DPRD Garut dengan tuntutan menggelar audensi dengan pihak terkait. Namun audensi urung digelar karena pimpinan dewan sedang tidak berada di tempat.

Menurut Enan, salah satu anggota DPRD Garut, terkait audiensi belum bisa dilakukan sepenuhnya, karena mereka menuntut kehadiran pimpinan DPRD Kabupaten Garut.

”Tadi saya konfirmasi (ketua Dewan) katanya ada kegiatan lain di luar jadi tidak mungkin bisa menghadiri audensi.  Kami di unsur pimpinan mengagendakan (audensi) ulang dengan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut,” katanya. (*)

Penulis : Zenal

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.