PGRI Menentang Pemotongan Zakat dari Gaji Guru, Bupati: Ini Mengganggu

Garutexpress – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Banyuresmi, Ma’mun Gunawan secara terbuka menentang pemotongan gaji guru dengan alasan zakat. Melalui surat resmi yang dilayangkan Ma’mun menyatakan Bahwa ZIS yang dikelola Baznas Kabupaten Garut berasal dari anggota PGRI adalah pungutan.

“Sebab sampai hari ini kami menganggap kebijakan tersebut bersifat sepihak, karena sebelumnya telah ada rapat antara Baznas dan Para Ketua Cabang PGRI di Islamic Center (sekitar bulan Juli 2019) untuk menunda penarikan Zakat dari anggota PGRI,” katanya, Jumat, (17/1/2019).

Keberatan para anggota memang tersumbat karena komunikasi yang tertutup oleh kekuatan birokrasi Dinas Pendidikan, termasuk Pengurus PGRI Kabupaten Garut.

Atas hal tersebut, dengan terpaksa kami ikhlaskan uang potongan tersebut sebagai shadaqoh, dengan catatan agar dipergunakan semaksimal mungkin untuk keperluan kesehatan, pendidikan dan pengentasan kemiskinan masyarakat yang berasal dari pendidikan.

“Kami menolak upaya-upaya mengembangkan penggalian ZIS kepada Guru PNS (Zakat dari Gaji dan Sertifikasi), guru honorer bersertifikasi dan apalagi kepada Siswa. Tidak semua anggota PGRI (guru PNS) memiliki perekonomian yang memenuhi syarat FIQH untuk menunaikan zakat,” kata Ma’mun yang saat ini menduduki jabatan Kasie Sarana di Dinas Pendidikan Garut.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong, mengaku heran atas sikap Ma’mun. Menurutnya sebagai pejabat seharusnya ia memberi contoh.

Totong mengatakan, zakat yang saat ini sudah dijalankan oleh kepala sekolah dan pengawas berjalan dengan baik. Saat ini akan dikembangkan kepada guru.

“Potensi zakat kepala sekolah dan pengawas saja terkumpul Rp 1,2 miliar pertahun. Rencananya akan dikembangkan kepada para guru,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait pemberian sanksi kepada pejabat yang bersangkutan, Totong mengatan Ma’mun berbicara mengatasnamakan PGRI jadi tidak berhubungan dengan kedinasan.

“Seharusnya seorang Kasie itu menjaga etika dalam berbicara. Karena akan menggambarkan struktur di Disdik,” katanya.

Sementara sikap keras ditunjukkan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Ia mengatakan akan segera memanggil pejabat yang menentang kebijakan zakat untuk para guru.

“Ini mengganggu! Kalau dia tidak mau zakat ya sudah dia pribadi. Jangan demonstrasi kaya gitu,” kata Rudy.

Hari ini juga, kata Rudy, akan memanggil Ma’mun Gunawan. Ia mengancam akan mengevaluasi jabatan yang saat ini sedang didudukinya.

“Baznas ini kinerjanya sudah bagus. Ada Rp 400 juta yang sudah diberikan Baznas kepada rakyat yang berhak,” ungkapnya.

Penulis: Hastama
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here