Pemerintah akan Hapus Tenaga Honorer, Kadisdik Garut : “Kami Tak Setuju”

Totong, Kepala Dinas Penddikan Kabupaten Garut.***

garutexpress.id – Pemerintah pusat dikabarkan akan menghapus tenagah honorer di setiap instansi termasuk tenaga pendidik alias para guru. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Totong, mengaku pihaknya belum menerima surat secara resmi terkait rencana pemerintah pusat tersebut.

“Sampai saat ini saya belum menerima salinan atau surat resmi dari kementrian terkait penghapusan tenaga honorer. Makanya saya tidak mau menyikapi atau berandai-andai. Namun yang jelas keberadaan guru honorer atau non PNS sangat membantu pada pendidikan baik di Garut maupun didaerah lainnya,” ungkap Totong, saat ditemui sejumlah awk media  di ruang kerjanya, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, alangkah baiknya jika Pemerintah itu mengangkat guru honorer atau yang non PNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami tak setuju penghapusan itu. Nah kalau perubahan status agar meningkatnya kesejahteraan kami sangat setuju itu bagus, artinya guru honorer diangkat menjadi PNS. Kami sangat berterima kasih kalau pusat melakukan itu artinya memberikan penghargaan kepada mereka,” ucap Totong.

Ia menduga, penghapusan tenaga honorer itu baru sebatas konsep, rencana, atau wacana saja. Menurutnya, guru SD, SMP di Garut yang berstatus honorer di sekolah negeri mencapai 7000 an, sedangkan di swasta sekitar 4000 an.

Related Post

“Kalau guru SD SMP bersatus PNS sekitar 9600 an. Makanya sangat ironis kalau pemerintah menghapus tenaga honorer” tukasnya.(*)

Penulis  : Papap

Editor   : ER

 


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.