Parkir Liar Sulit Ditertibkan, Penerapan Perda K3 Dinilai Tak Jelas

garutexpress.id- Warga menilai implemenasi Perda (Peratutan Daerah) K3 (Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan) tak jelas. Hal tersebut dilihat dari fakta di lapangan, salah satunya sulitnya penertiban parkir liar di kawasan perkotaan Garut.

Bahkan beberapa hari yang lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut kembali melakukan penertiban parkir liar di kawasan tertib lalu lintas (KTL) Jalan Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Jumat (10/1/2020) lalu.

Terkait peneritiban parkir liar yang dilakukan Dishub, warga menilai penertiban tersebut terkesan dipaksakan dan tidak efektif. Mereka pun menilai penertiban tersebut hanya seremonial dan tak serius.

“Saya heran apa yang dilakukan Dishub Garut dalam penertiban parkir liar ini. Penertiban dilakukan menjelang bubaran kerja, saat turun hujan dan waktunya pun tidak lama. Ini apa-apaan,” ujar Yadi Karyadi (59) warga Jalan Pasar Baru, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota.

Juju Juanda (60), warga Jalan Bratayuda, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, jika Dishub tak mampu untuk menertibkan parkir liar di kawasan Garut Kota atau Pengkolan, alangkah baiknya Perda K3 dirubah saja.

Related Post

“sejak Perda K3 itu dibuat, saya perhatikan kondisikan di kawasan Pengkolan begitu begitu saja. Daripada menghambur-hamburkan anggaran, rubah saja Perdanya atau revisi,” tukasnya, Ahad (12/1/2020).

Sementara itu, Kepala Dishub Garut, Suherman, mengakui jika di wilayah perkotaan Garut masalah parkir jadi kendala besar. Karena banyak pengendara yang ingin berbelanja tidak mendapat lokasi parkir representatif.

“Sudah mencoba mencari alternatif lokasi parkir yang luas dan aman. Namun prosesnya tidak mudah karena terkendala tanah yang dimiliki Pemprov Jabar,” katanya. (*)

Penulis : Papap
Editor : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.