Nostalgia Nonton Bioskop Jadul di Garut, Dari Film Laga hingga Film Hot

Bangunan bioskop Sumbersari di kawasan perkotaan Garut kini tinggal kenangan. Bioskop Sumbersari sempat jadi primadona sekitar tahun 80 an.***

garutexpress.id- Sekitar tahun 1980 an hingga 90 an, bioskop di Kabupaten Garut menjadi salah satu wahana hiburan favorit bagi masyarakat. Bahkan, untuk sekedar menonton di bioskop ketika itu, jika ada film bagus, warga rela membeli tiket dari calo yang haraganya lebih mahal dari tiket yang djual di loket bioskop.

Sederet artis dan aktor lokal maupun mancanegara, sempat diidolakan masyarakat di zaman itu. Sebut saja Barry Prima, salah satu aktor film laga yang begitu melekat di benak warga hingga saat ini. Rhoma Irama dengan Film filim musikal yang melankolis hingga film komedi Warkop DKI  yang juga sempat digandrungi saat itu.

Atau aktris “spesialis’ film hot  Eva Arnaz, Ayu Azhari atau Kiki Fatmala misalnya, begitu dituggu aksinya dalam layar lebar.

Sementara aktor dan aktor fim actions mancanegara semisal Arnold Schwarzenegger juga pernah begitu familiar di masyarakat kita dengan berbagai film laga fiksi yang dibintanginya. Dan banyak lagi, aktor dan artis yang sempat menghiasi bioskop di kota Garut.

Seiring perkembangan zaman, dengan munculnya berbagai TV swasta dan merebaknya teknologi informasi digital, lambat laun keberadaan bioskop di Kabupaten Garut mulai ditinggalkan masyarakat, dan akhirnya bioskop pun dulung tikar.

Warga Kabupaten Garut hingga saat ini masih antusias menyaksikan film di bioskop. Sebab, sudah 18 tahun di Garut tidak ada bioskop hingga akhirnya bioskop kembali berdiri tahun 2018.

Bioskop yang ada di mal ini merupakan bioskop satu-satunya yang ada di Garut. Namun, ternyata dulu Garut punya empat bioskop yang jadi idola pemuda 80-90 an.

Bioskop pertama yakni Intan Sineplex atau yang lebih akrab disapa bioskop Intan. Bioskop ini terkenal karena bangunannya yang cukup bagus di antara bangunan lain pada tahun 90an.

Bioskop tersebut terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota. Bioskop tersebut terletak tak jauh dari pusat perbelanjaan Asia Plaza.

Mulanya, bioskop itu jadi primadona kawula muda tahun 90an. Banyak film yang diputar di sana. Pada awal tahun 2000an, bioskop Intan akhirnya tutup.

“Seingat saya, warga mulai bosan karena film yang diputar di sana itu-itu saja,” ucap Rudi (50), salah seorang warga Garut saat diwawancarai wartawan, Selasa (14/1/2020).

Kadisbudpar Garut, Budi Tangan mengatakan bioskop Intan tutup lantaran perusahaan bangkrut akibat sepinya penonton.

“Jadi bukan ditutup pemerintah, tapi tutup sendiri karena sepi penonton. Film yang diputar di sana itu-itu saja,” kata Budi kepada detikcom, Senin (13/1/2020).

Related Post

Kini bangunan bioskop Intan terbengkalai. Saat ini, bangunan bioskop Intan  dimanfaatkan lahan parkir. Pemiliknya bahkan menjual bangunan tersebut.

Beredar kabar bahwa bangunan bioskop Intan kerap dijadikan tempat kongkow kawula muda saat ini. “Mungkin karena tempatnya agak sepi,” ucap Rudi.

Selain bioskop Intan, ada satu bioskop legendaris di Garut, yakni Bioskop Cikuray yang berdiri sebelum Bioskop Intan. Dahulu, bioskop ini terkenal karena kerap menayangkan film-film ‘panas’.

“Wah kalau dulu ini favorit. Tayangan-tayangannya memang agak berbau pornografi bahasanya kalau sekarang,” ucap Dede.

Menurutnya, ada banyak film legendaris yang diputar di Bioskop Cikuray. Seluruh film itu rata-rata berbau pornografi.

“Bintang film yang saya ingat, yang filmnya pernah diputar di bioskop ini misalnya Ayu Azhari dan Kiki Fatmala,” katanya.

Bioskop ini sendiri ditutup pada tahun 90an sebelum berganti jadi tempat hiburan dan olahraga. Tidak diketahui alasan kenapa bioskop Cikuray ditutup.

Selain kedua bioskop tadi, Garut juga masih memiliki beberapa bioskop legendaris pada zamannya. Setidaknya ada dua bioskop, yaitu bioskop Sumber Sari yang lokasinya tak jauh dari kawasan sentra kulit Sukaregang serta Garut Theater yang terletak di pusat perkotaan Garut atau Jalan A Yani.

Garut Theater menjadi bioskop lain yang dikenang masyarakat lantaran genre film yang diputar di sana rata-rata film Bollywood.

“Kalau di sana dulu borongan. Artinya kita bayar sekali tapi kita nonton tiga sampai empat film sekaligus. Filmnya India,” kenangnya. (*)

Penulis : Memphis

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.