Mengulas Talaga Bodas, Keindahannya Pernah Menghiasi Kartu Pos Tahun 1932

garutexpress.id- Sebagai objek wisata alam, Keindahan Kawah Talaga Bodas keindahan sebenarnya sudah terkenal sejak jaman Hindia Belanda. Namun, kini popularitasnya tak lagi seperti dulu. Kawahnya sendiri statusnya masih aktif, meskipun sudah tidak berbahaya dan aman untuk dikunjungi.

Kini obyek wisata di Garut dikelola oleh pihak BKSDA Jawa Barat II dengan penetapan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) pada tahun 1978. Di sini, Kita bisa sejenak me-refresh badan dan pikiran kita dengan menikmati keindahan alam dan udara segar yang ada di sekitar kawah.

Kawasan TWA Kawah Talaga Bodas mempunyai luas 23, 85 hektare dan terletak pada ketinggian 1512 meter di atas permukaan laut (Mdpl), dengan konfigurasi umum area berbukit serta kemiringan area yang curam. Area Kawah Talaga Bodas mempunyai temperatur rata-rata 24-26 derajat celcius, dengan curah hujan 1321 mm dengan intensitas penyinaran matahari yang sedang.

Flora yang dominan di area sekitar Kawah berupa tanaman sayuran seperti tomat, kol serta rumput ilalang. Keadaan lingkungan kawah cukup baik dengan kebersihan serta bentang alam yang termasuk baik.

Secara teritorial, Kawah Talaga Bodas berada di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Dari Simpang Lima Garut jaraknya sekitar 25 km atau satu jam perjalanan. Rute menuju obyek wisata ini cukup mudah, meski jalannya belum terlalu bagus.

Jika kita dari Bandung, kita bisa memilih jalan via Garut dan Wanaraja atau bisa juga via Limbangan ke Cibatu, lalu menuju Wanaraja.

Related Post

Hati-hati karena air kawah tersebut mengandung gas solfatara yang membuat air kawah Talaga ini sangat asam sehingga bersifat korosif. Talaga Bodas sendiri berada pada ketinggian 1.500 m lebih di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh pemandangan alam hijau nan eksotis.

View Gunung Galunggung di kejauhan, mempertegas eksotisme obyek wisata ini. Di pinggir kawah terdapat pemandian air panas. Jangan khawatir karena airnya aman digunakan untuk berendam. Bahkan, kandungan belerangnya dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.

Di dekat kawah dulu terdapat perkampungan yang bernama Kampung Papandak. Menurut beberapa literatur sejarah, seorang fotografer Belanda keturunan Jerman yang lahir di Kediri bernama Margarethe Mathilde Weissenborn atau yang dikenal dengan panggilan Thilly Weissenborn sempat mengabadikannya dalam sebuah kartu pos pada tahun 1932.

Talaga Bodas kala itu menjadi tujuan wisata orang-orang Eropa. Ketenarannya mendorong Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu menetapkan kawah ini sebagai salah satu objek wisata pada 4 Februari 1924. Sayang, kini popularitasnya sudah tak seperti dulu sejak Kampung Papandak terbakar pada tahun 1935. (*)

Dari berbagai sumber

Editor : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.