Memilukan, Mamah Muda di Garut 7 Bulan Tinggalkan Anaknya Sendirian di Rumah Kontrakan

garutexpress.id- Rumah kontrakan berukuran 5 x 3 meter di Kampung Kudang, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut jadi tempat kisah tragis bagi Indra, bocah 3,5 tahun yang ditinggal pergi oleh sang ibunya begitu saja.

Dugaan penelantaran anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan orang tuanya ini bermula pada Juli tahun 2019 lalu. Saat itu, sang ibunda yang diketahui bernama Yuli, memilih pergi dan meninggalkan anak semata wayangnya, Indra.  Tidak diketahui jelas, ke mana Ia pergi meninggalkan sang anak di rumah kontrakan itu.

Mamah muda yang ditehui berasal dari Kecamatan Singajaya itu pergi hanya meninggalkan sedikit pesan kepada salah seorang tetangga kontrakan bernama Ayu. Menurut tetangganya itu, Yuli sempat pamit namun tidak menceritakan secara rinci alasan dia pergi meninggalkan anak lelakinya itu.

“Waktu itu dia sempat bilang  ingin pergi ke Garut. Enggak jelas tepatnya ke mana dan sampai kapan. Dia pergi, sementara anaknya ditinggal disini,” ungkap Ayu, tetangga Yuli yang hingga kini berbesar hati mau merawat Indra.

Selama hampir 7 bulan ditinggal, menurut penuturan Ayu, Yuli pernah datang ke bekas rumah kontrakannya itu. Namun, kedatanganya itu kata Dia, tidak untuk mengajak Indra pergi bersamanya.

“Selain Yuli, pernah juga ada kerabatnya mengaku dari Singajaya, datang. Tapi aneh saya, juga kurang mengerti, mereka hanya menanyakan keberadaan Yuli, bukan anak ini,” tambah Ayu seraya mengelus kepala Indra yang duduk di pangkuanya.

Selama ditinggal, biaya hidup bocah malang itu ditanggung oleh keluarga Ayu. Kepada wartawan, wanita yang menjadi ibu asuh Indra itu mengaku sangat berkeinginan mendapat hak asuh secara penuh. Diskuinya, selama ini ia sudah menganggap dan memperlakukannya seperti anak kandung sendiri. “Gak tega, kasian sekali, kalo bisa biar saya saja yang urus dan besarkan anak ini,” harapnya.

Kasus dugaan penelantaran anak ini, dari awal sudah menjadi perhatian pihak pemdes dan muspika setempat. Selasa siang (21/1/2010) tim gabungan tingkat Kecamatan Wanaraja melakukan kunjungan ke tempat penelantaran bocah malang itu.

“Kita akan terus dampingi dan carikan solusi terbaik atas permasalahan ini. Inti utamanya buat masa depan korban. Kita bantu pemulihan baik secara pisik kesehatan maupun psikologis. Dalam waktu dekat kita juga akan  berusaha untuk menghadirkan seluruh  pihak terkait dalam permasalahan ini,” ujar BPD Desa Wanajaya, Iip Nurdin didampingi kepala desa, perwakilan diinas dan muspika setempat. (*)

Penulis : Doni Melody

Editor   : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here