Ketersediaan Blanko e-KTP Tak Jelas, Warga Dipusingkan Pelayanan Disdukcapil

garutexpress.id- Sudah delapan bulan, Agus Suhandar (30), warga Kecamatan Singajaya menanti kartu tanda penduduk elektronik (eKTP). Hingga kini, Agus masih belum mendapat eKTP yang dinantikannya.

Ia mengaku melakukan perekaman di kantor kecamatan. Tapi karena blanko kosong, Agus hanya mendapat surat keterangan (suket). Ia diminta menunggu blanko eKTP.

“Tapi sampai sekarang saya tanya ke kecamatan masih belum ada. Malah disuruh datang ke kantor Capil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sama orang kecamatan. Ah pokoknya pusing, katanya wajib membuat e-KTP, tapi pelayanan diperulit,” ujar Agus, Senin (13/1/2020).

Tadi pagi, Agus rela berkendara sejauh 40 kilometer dari Singajaya ke Kantor Disdukcapil di Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul. Agus berangkat jam 04.30 dan tiba di Kantor Disdukcapil 07.00.WIB.

“Tapi pas sampai malah enggak dapat nomor antrean. Katanya disuruh datang besok lagi. Padahal saya butuh eKTP buat lamaran kerja,” katanya.

Keluhan sulitnya mendapat eKTP sudah jadi masalah klasik. Pagi tadi, Bupati Garut, Rudy Gunawan telah meresmikan gedung baru Disdukcapil. Lokasinya berada di depan gedung lama.

Gedung dua lantai itu, memang terlihat lebih megah. Namun warga hanya berharap, pelayanan adminitrasi kependudukan bisa lebih cepat. Keberadaan gedung baru, harus diiringi pelayanan.

“Katanya itu gedung baru Capil. Percuma kalau tetap harus antre. Pelayanannya harus diperbaiki biar enggak lama ngurus KTP,” ujar Agus yang memilih kembali pulang ke Singajaya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebut pada tahun ini akan membeli 100 ribu blanko eKTP ke pemerintah pusat. Pihaknya akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

“Baru boleh tahun ini beli blanko ke pusat. Nanti kami mau beli dan akan dianggarkan di perubahan,” tukasnya.

Saat ini per bulannya, pusat hanya memasok 5 ribu blanko ke Garut. Akibatnya, banyak warga yang menunggu lama untuk mendapat eKTP.

“Kalau ada 100 ribu, per kecamatan bisa dpaat 2.500 blanko. Sudah aman kalau jumlahnya segitu. Bisa bikin di kecamatan juga,” kataya. (*)

Penulis : FW

EditorĀ  : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here