KCP BJB Kadungora Diresmikan, Bupati Garut : BJB Harus Bisa Ciptakan Pengusaha Baru

garutexpress.id- Bank Jabar Banten (BJB) diharapkan bisa membuat terobosan-terobosan untuk menciptakan pengusaha baru. Karena sekarang yang diperhatikan oleh Pemerintah Daerah yaitu bagaimana agar dapat meningkatkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto)Garut, sehingga bisa mendongkrak daya beli masyarakat Garut.

Demikian disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan, saat memberikan sambutan pada peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) BJB Kadungora, Rabu (22/1/2020).

Menurut Bupati, BJB merupakan Kas Daerah (Kasda) nya Pemerintah Daerah Garut dan Pemda–Pemda di seluruh Jawa Barat yang telah dikerjasamakan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

”Tentu hari ini bahwa BPK memberikan kewenangan kepada daerah untuk Single Account (Single Finance) di BJB. Suatu keniscayaan di era 4.0 kemajuan teknologi layanan satu perbankkan itu akan meningkatkan kredibilitas dan kebanggaan nasabah. Baik nasabah yang mau meminjam dengan dilakukan pembinaan maupun yang akan menyimpan uang bahwa uangnya akan aman dan selamat” ujar Bupati.

Sementara itu, Pemimpin BJB Kantor Cabang Garut, Maman Rukmana, menuturkan pertimbangan melakukan relokasi gedung KCP Kadungora ini yaitu dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada para nasabah.

“Seiring bertambahnya jumlah nasabah, transaksi, jenis layanan dan tantangan bisnis saat ini maka diperlukan gedung baru yang lebih luas, representatif, dan dapat memberikan kenyamanan kepada nasabah,” ucap Maman.

Ia menjelaskan KCP Kadungora ini menjadi bagian dari jaringan layanan bank bjb di Kabupaten Garut yang terdiri dari 21 jaringan kantor dimana kantor terjauh berada di Cisewu, Pamengpeuk dan Bungbulang.

Untuk jaringan ATM, kata Maman, saat ini di Kabupaten Garut terdapat 40 Jaringan ATM bank bjb, ditambah juga kemitraan 3 outlet Samsat, 5 agen laku pandai dan 20 Bumdes yang telah realtime online dapat melakukan transaksi pembayaran melalui sistem bank bjb.

Selain itu lanjut Maman, aset KCP Kadungora saat ini sebesar Rp 160 milyar atau 6 persen dari total aset bank bjb Garut.

“Meliputi total penyaluran kredit 150 milyar dan total Data Pihak Ketiga (DPK) Rp 67 milyar. Ditambah lagi penyaluran kredit usaha mikro dan kecil sebesar 12 milyar atau 10% dari total Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Cabang Garut, yang mana sebagian besar disalurkan ke sektor usaha perdagangan eceran, Industri Kecil Menengah (IKM) olahan makanan, produksi tas, dan pertanian padi, tembakau dan kopi,” ungkapnya. (*)

Penulis : Papap Dindin
Editor : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here