Kampung Adat Dukuh, Dibalik Keasriannya Ada Adat-istiadat yang Dipegang Teguh

garutexpress.id- Kampung Adat Dukuh merupakan sebuah perkampungan nan asri di kawasan selatan Kabupaten Garut. Persisnya, kampung ini ini terletak di antara tiga gunung, yakni Gunung Batu Cupak, Gunung Dukuh, dan Gunung Batu.

Selama ini, Kampung Adat Dukuh dikenal sebagau sebuah kampung yang masih memegang teguh adat istiadat para leluhur mereka.

Memasuki kampung ini, Anda akan disuguhi pemandangan rumah-rumah yang atapnya terbuat dari serabut alang-alang dan ijuk. Nuansa tradisional masih sangat terasa di kampung yang letaknya di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, ini.

SUASANA di halaman rumah sesepuh Kampung Adat Dukuh.***

Semua rumah yang berada di kampung ini memang terbuat dari kayu dan ada larangan untuk tidak menggunakan kaca, tembok, dan genteng. Di sini, ada satu rumah yang terlihat lebih besar dari rumah lainnya. Rumah itu adalah milik sang juru kunci Kampung Adat Dukuh Dalam.

Rumah-rumah di kampung adat ini berjumlah 36 unit dengan satu balai rakyat tempat warga berkumpul untuk menggelar pertemuan. Di Kampung Adat Dukuh Dalam ini, terdapat satu rumah yang dikhususkan bagi tamu yang mau melakukan penyepenan atau menyepi sambil menjalani ritual di dalam rumah.

Related Post
Para peziarah di makam leluhur Kampung Adat Dukuh Dalam Syekh Abdul Jalil.***

Selain rumah-rumah warga, di kampung ini juga terdapat sebuah mushala untuk tempat beribadah warga setempat. Ada juga madrasah yang diperuntukkan bagi anak-anak di kampung ini bersekolah sekaligus belajar agama.

Ada satu tempat yang dianggap sakral oleh warga di kampung ini, yakni makam leluhur Kampung Adat Dukuh Dalam Syekh Abdul Jalil. Untuk menuju area makam, pengunjung harus mendaki kaki Gunung Dukuh. Makam Syekh Abdul Jalil tepat berada di dalam hutan gunung tersebut.

Makam ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia setiap Hari Sabtu. Sebelum menuju makam, para peziarah diwajibkan untuk mandi dan berwudhu di sebuah jamban yang sudah disediakan warga. (*)

Dari berbagai sumber


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.