Hanya Butuh Waktu 1,5 Bulan, Santriwati Ponpes Darussalam Hafal Al Qur’an 30 Juz

Imelda Fitriana (16) usai wisuda hafidz dan hafidzah Alquran, di di Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Sabtu (11/1/2020).***

garutexpress.id- Salah satu santriwati terbaik di Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut hanya butuh waktu 1,5 bulan saja untuk bisa menghafal Al Qur’an 30 Juz.

Adalah Imelda Fitriana (16) gadis asal Pasirwangi Garut ini akhirnya berhasil menuntaskan hafalan Al Qur’annya dalam tempo yang cukup singkat. Untuk menghafal Al Qur’an setebal 30 Juz tersebut, ia mengaku telah berupaya keras sejak masuk kelas tahfidz Qur’am.

Tantangan dimulai sejak ia masuk kelas khusus yang disiapkan bersama rekan-rekannya yang dipilih harus menyelesaikan hafalan selama dua bulan.

Sebelum masuk ke dalam kelas khusus, Imelda menyebut bahwa hal pertama yang harus disiapkan adalah meluruskan niat.

“Persiapannya yang pertama jelas niatkan harus karena Allah. Niat kita untuk menjadi lebih baik bisa mengamalkan,” tutur gadis berjiab syar’i ini saat diwawancarai sejumlah awak media di Pesantren Darussalam Kersamanah, Garut usai wisuda hafidz dan hafidzah Alquran, Sabtu (11/1/2020).

Imelda mengaku mulai melakukan hafalan Alquran sejak ia masuk pondok, atau kelas 1 intensif atau kelas 10 SMA. Namun selama dua bulan mengikuti kelas khusus, ia pun harus mulai melakukan hafalan setiap hari hingga selesai 30 juz.

“Selama dua bulan kita dikhususkan untuk masuk kelas khusus, tidak mengikuti kegiatan pondok selama dua bulan. Kemudian setiap minggunya mengadakan penghadapan ijazah sampai mencapai targetnya,” ujar gadis yang bercita-cita ini jadi dokter ini.

Related Post

Tantangan dan godaan, diakui Imelda harus dihadapi, mulai tantangan secara lahiriyah maupun bathiniyah. “Alhamdulillah Allah selalu mendorong saya untuk menghafal Alquran, akhirnya saya bisa menghatamkan Alquran,” ujarnya, seraya menyeka air mata bhagianya.

Imelda bersama 137 rekannya diwisuda karena telah menyelesaikan hafalan Alquran sampai 30 juz. Dalam wisuda, ia bersama rekan-rekannya mendapatkan hadiah dari negara Kuwait, mulai plakat hingga uang tunai USD 100.

Menurut sesepuh Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, KH Asep Solahuddin Mu’thie, dari 138 santri dan santriwati yang diwisuda hafidz dan hafidzah Quran, 40 di antaranya berasal dari Pesanten Walantaka, Banten. Sisanya yang berjumlah 98 orang adalah santri dan santriwati Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut.

“Prosesnya memang tidak mudah, cukup panjang. Kita lakukan pembinaan kepada seluruh santri sejak mulai masuk pondok dari tajwid dan tahsinnya dulu. Dan wisuda ini adalah gelombang pertama. Nanti empat tahun ke depan kita akan lakukan wisuda hafidz dan hafidzah di gelombang kedua,” jelasnya.

Menurutnya, mereka yang menjadi hafidz dan hafidzah merupakan hasil seleksi dari ribuan santri setelah sudah bisa dasar ilmu Alquran. Setelah terseleksi, para santri pun mengikuti kelas khusus tahfidz yang tidak dipungut biaya sama sekali. (*)

Penulis : Tim GE
Editor : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.