Dinilai Langgar Hukum, Agus Alfaz Cs Tolak Hasil Mukab Kadin Garut

garutexpress.id – Gelaran pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Indutri (Kadin) Kabupaten Garut di Hotel Sumber Alam pada Selasa (21/01/2020), secara aklamasi menetapkan Yudi Nugraha Lasminingrat sebagai Ketua Kadin Garut yang baru.

Namun, Agus Muttaqien Alfaz, calon ketua Kadin Garut lainnya menolak hasil Musyawarah Kabupaten (Mukab) tersebut. Pihaknya memastikan akan melayangkan gugatan hukum.

Risman Nuryadin, kuasa hukum Agus Alfaz, menegaskan, pihaknya akan melayangkan gugatan hukum terhadap panitia pelaksana Mukab dan Ketua Kadin Garut periode sebelumnya yang menyelenggarakan Mukab.

“Besok kita akan konsultasi, malam ini kita susun konsep gugatannya,” jelas Risman, Selasa (21/01/2020) sore.

Risman menyampaikan, ada banyak dugaan pelanggaran hukum pada Mukab Kadin Garut. Dari mulai dugaan penggelapan hingga dugaan pelanggaran pidana. “Logikanya sederhana, calonnya ada dua kok bisa aklamasi,” katanya.

Risman menegaskan, esensinya Mukab adalah ajang pertanggungjawaban kepengurusan Kadin sebelumnya yang kemudian dievaluasi dan kepengurusannya dinyatakan demisioner. Setelah itu, baru ada pemilihan ketua baru.

“Laporan pertanggungjawaban tidak ada, evaluasi dan kepengurusan lama tidak didemisionerkan, artinya cacat hukum, melanggar PO, Keppres dan Undang-Undang,” jelas Risman.

Risman mengatakan, Agus Mutaqien Alfaz, sejak dibuka pendaftaran telah mendaftarkan diri menjadi calon ketua dan melaksanakan kewajibannya dengan membayar biaya pendaftaran Rp 50 juta. Makanya, tidak bisa begitu saja didiskualifikasi oleh panitia.

Arafat El Jihad, Ketua Tim Pemenangan Agus Alfaz mengungkapkan, pihaknya secara tegas menolak hasil Mukab Kadin Garut yang dilaksanakan Selasa (21/01/2020) di Hotel Sumber Alam. Karena, pada Mukab tidak ada tahapan pemilihan sebagaimana diatur dalam AD/ART Kadin.

Related Post

“Dengan ini kami menolak hasil Mukab Kadin Garut, karena dinilai melanggar prinsip-prinsip AD/ART, dan juga peraturan organisasi,” tegasnya.

Arafat melihat, banyak praktek yang tidak menguntungkan calon yang diusungnya pada Mukab Kadin Garut. Termasuk, tidak adanya proses pemilihan ketua oleh anggota.

“Tiba-tiba, pemimpin sidang langsung menetapkan aklamasi, tidak ada LPJ, penetapan peserta dan penetapan calon,” katanya.

Dihubungi terpisah, panitia pelaksana Mukab Kadin Garut, enggan memberi keterangan soal hasil Mukab. Agus Indra Arisandi yang memimpin persidangan di Mukab dan yang menetapkan aklamasi, menolak memberi keterangan.

“Ke Ketua OC (Organizing Comitte) saja,” katanya singkat saat dihubungi lewat aplikasi pesan.

Ketua OC Mukab Kadin, Asep Hendra Bakti saat dihubungi lewat aplikasi pesan, tidak membalas dan tidak mengangkat panggilan telepon. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.