Tidak Jauh dari Rumah Bupati Garut, Ada Balita Gizi Buruk Tergolek Lemas

Tiara Sri Mulyani (2) penderita gizi buruk, warga Kampung Tajursela, Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.***

garutexpress.id- Tiara Sri Mulyani terindikasi menderita gizi buruk. Anak berusia 2 tahunan ini merupakan salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari kediaman Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Tiara merupakan anak dari pasangan Deden Sadar Mulyana-Nining, warga Kampung Tajursela, Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kondisi anak ini sangat memilukan. Ia kini hanya bisa terbaring lemah di Ruang Puspa atas RSUD dr. Slamet Garut.

Menurut keterangan pihak keluarga, Tiara sudah sejak dilahirkan menderita gizi buruk. Sebelumnya anak ini sudah menjalani pengobatan. Namun belakangan kondisinya kesehatannya semakin menurun dan mengharuskan dirawat intensif di rumah sakit.

Diketahui, Tiara sejak usianya baru 4 bulan telah ditinggalkan ibunya meninggal dunia. Sementara, ayahnya menikah lagi dengan Nining Warga Kampung Tajursela, Desa sukamenak.

Menurut Kepala Desa Sukamenak, Kusmana, pihaknya telah memberikan bantuan untuk pengobatan Tiara dan memeriksaksakannya ke Puskesmas terdekat. Dan akhirnya Tiara dirujuk ke RSUD dr.Slamet Garut.

“Kejadian Tiara ini kami sudah tangani sejak awal-awal Tiara menjadi warga Desa Sukamenak. Pemdes Sukamenak beserta Unsur PKK sudah membawa Tiara Ke Puskesmas terdekat dan Rumah Sakit. Kami siap mengawal dan memberikan bantuan dalam proses penangan medis untuk Tiara,” kata Kusmana.

Sementara itu, Hera yang merupakan bibi dari Tiara mengungkapkan, memang dari hasil pemeriksaan sebelumnya, keponakannya (Tiara) itu mengalami gizi buruk.

“Tiara mengalami gizi buruk, katanya akibat efek samping obat yang dikonsumsi almarhumah ibunya. Saat ibunya (almarhumah) mengandung mengalami penyakit konflikasi lambung dan mengharuskan mengkonsumsi obat rutin,” ungkapnya, Sabtu (14/12/2019).

Diungkapkannya, Untuk biaya rawat inap dan perawatan Tiara saat ini ditanggung pemerintah melalui program KIS.

“Namun yang menjadi beban keluarga itu ketika Stok Obat di Apotek RSUD dr Slamet tidak ada, maka harus membeli obat diluar dengan biaya yang cukup besar,” ungkapnya.

Nining, yang tak lain ibu tiri dari Tiara, berharap pemerintah bisa membantu pengobatan Tiasa sepenuhnya. “Mohon baantuan dari pemerintah, kami bingung juga, misalkan di apotek stok obat habis. Saya harus beli obat di apotek di luar yang harganya tidak murah,“ ungkapnya. (*)

Penulis : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here