Terungkap, Kasus Stunting di Kelurahan Ciwalen Capai 145 Balita

garutexpress.id- Kasus balita yang mengidap stunting (gagal tumbuh) di Kabupaten Garut, menjadi perhatian berbagai pihak. Yang mengagetkan, kasus stunting ternyata bukan hanya terjadi di wilayah pelosok akan tetapi juga di perkotaan.

Saat ini, di wilayah Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota pun ditemukan kasus balita stunting. Bahkan jumlahnya cukup mengagetkan yakni mencapai 145 balita.

“Selama ini kasus stunting di Kabupaten Garut memang terbilang tinggi bahkan merupakan yang tertinggi di Jawa Barat. Yang tak kita sangka-sangka sebelumnya, di wilayah Kelurahan Ciwalen pun ternyata ada 145 balita yang stunting,” ujar Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Yuda Puja Turnawan di sela kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dan pembagian sembako serta makanan tambahan untuk balita di Gedung PKL II di Jalan Guntur, Minggu (22/12/2019).

Dikatakan Yuda, data tersebut didapatnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut serta Puskesmas Ciwalen. Angka tersebut dinilainya terbilang tinggi karena mencapai 22 persen dari total balita yang ada di daerah tersebut.

Jika dibiarkan terus tanpa adanya upaya penanganan, menurut Yuda hal ini tentu akan menimbulkan permasalahan yang serius. Apalagi tanpa data yang ada di Keluarahan Ciwalen saja, angka stunting di Garut secara umum merupakan yang tertinggi di Jawa Barat.

Disampaikannya, pemerintah sendiri mulai daripusat, provinsi, hingga kabupaten saat ini tengah fokus menangani msalah stunting. Apalagi Presiden RI, Joko Widodo begitu konsen terhadap upaya-upaya penanganan stunting di Indonesia yang angkanya memang terbilang masih tinggi.

“Itulah yang menjadi salah satu alasan kita mendorong Pemkab Garut serta semua pihak yang berkaitan untuk benar-benar serius dalam melakukan upaya penanganan stunting. Bahkan DPRD dan Pemkab Garut sudah ada kesepahaman tentang pentingnya penanganan stunting dengan disiapkannya anggaran sebesar Rp 1 miliar khusus untuk penanganan stunting,” katanya.

Dalam kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ibu, tambah Yuda, selain pengobatan gratis dan pembagian sembako serta makanan tambahan untuk balita, ada juga sosialisasi terkait stunting. Dengan menghadirkan pemateri dari Dinkes Garut, ibu-ibu diberi pemahaman mulai dari ciri-ciri anak stunting, bagaimana stunting bisa terjadi, dan bagaimana cara pencegahannya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, membenarkan jika di wilayah Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota memang terdapat kasus balita stunting. Namun hingga kini pihaknya masih belum bisa memastikan jumlah sesungguhnya.

“Memang benar ada juga di Kelurahan Ciwalen ini tapi kan stunting itu ada dua kategori. Ukuran sama tapi tingkat pertumbuhannya dlam satu tahun da yang lumyan cepat tapi ada juga yang lamabt,” ucap Rudi yang ditemui seusai menghadiri kegiatanbakti sosial yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Garut.

Dalam kesempatan tersebut degan tegas Rudy membantah jika saat ini angka stunting di Garut masih merupakan yang tertinggi di Jawa Barat. Bahkan saat ini ia mengklaim angka stunting di Garut sudah menjadi yang terendah di Jawa Barat.

“Kalau dulu Garut memang yang tertinggi angka kasus stuntingnya di Jawa Barat. Sekarang ini tidk lagi bahkan sudah menjadi yang terendah,” katanya.

Masih menurut Rudy, dulu angka stunting di Garut memang mencapai 40 persen. Namun saat ini sudah turun dengan sangat signifikan menjadi hanya 5 persen dari jumlah balita yang mencapai 30 ribu.

Rudy menegaskan, saat ini kasus stunting yang tergolong kronis di Kabupaten Garut ada 68 dan sedang terus ditangani. Kasus stunting di Garut menyebar di beberapa kecamatan dan yang paling banyak terjadi di wilayah pelosok.

Lebih jauh diungkapkannya, kasus stunting selain terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada saat ibu hamil juga akibat faktor keturunan. Namun selain itu, faktor sanitasi juga cukup besar pengaruhnya. (*)

Penulis : Ahen

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here