Tersandung Kasus Penipuan Jual Beli Tanah, Kades Keresek Segera Dieksekusi Kejari

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Azwar, S.H.***

garutexpress.id- Salah seorang kepala desa (Kades) di wilayah Kabupaten Garut harus berurusan dengan hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut segera mengeksekusi Kepala Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, TJ.

Menurut keterangan dari Kejari Garut, penahanan terhadap TJ akan dilakukan setelah adanya putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang menolak kasasi yang diajukan terdakwa dalam kasus penipuan jual beli tanah eks Pasar Cibatu.

Penolakan kasasi yang dilakukan Mahkamah Agung RI berdasarkan surat putusan nomor 1171 K/Pid/2018 tanggal 20 Desember tahun 2018. Dalam surat tersebut MA menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/terdakwa Tatang Juhendar bin Isak.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Azwar, S.H., mengungkapkan, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Garut, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan penipuan dan penggelapan penjualan tanah eks Pasar Cibatu dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun.

“Penahanan akan segera dilakukan setelah salinan putusan MA diterima dari PN Garut. Sudah ada jaksa yang menangani dan memberikan informasi terkait putusan,” katanya, Rabu (4/12/2019).

Azwar menyebut, pihaknya belum bisa melakukan eksekusi terhadap terdakwa jika salinan putusan belum diterima. Pasalnya, saat mau menjebloskan seseorang ke penjara harus ada dasar yang kuat, salah satunya amar putusan MA.

Kades Tatang Juhendar, terdakwa kasus penipuan jual beli tanah dijatuhi hukuman 1 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut. Ia terbukti bersalah melakukan tindak piadana penipuan terhadap Asep Ahmad, warga Kecamatan Cibatu. Namun setelah dijatuhi hukuman terdakwa melakukan banding.

Menurut Azwar, kasus penipuan dan penggelapan ini muncul setelah Asep Ahmad, warga Perumahan Cibatu Indah, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu yang juga sebagai korban, melapor ke Polres Garut pada Kamis (31/8/2017) dengan terlapor Kades Tatang.

Dalam laporannya Asep menjelaskan, dirinya telah tertipu oleh Tatang dalam jual beli tanah eks Pasar Cibatu. Tanah yang sudah dibelinya senilai Rp 80 juta sejak tahun 2014 dengan luas 140 meter persegi, tiba-tiba beralih tangan kepada orang lain.

Dari informasi yang dihimpun, Kades Tatang dikabarkan telah berpamitan kepada seluruh staf desa. Ia berencana menyerahkan diri sebelum dieksekusi oleh jaksa. (*)

Penulis : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here