PKEK Gelar Sekolah Konservasi Elang ‘Batch 2’

garutexpress.id- Sebagai Salahsatu upaya penyadartahuan akan arti penting elang dan habitatnya kepada masyarakat luas. Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) yang berada di Blok Legok Pulus Desa Sukakarya Kecamatan Samarang, menggelar Sekolah Konservasi Elang (SKE) yang dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 24 Desember 2019.

Kepala Sekolah SKE Batch 2, Fajar Gumilar menyampaikan, ada 80 orang calon peserta yang mendaftarkan diri menjadi peserta sekolah ini. Namun, pihaknya membatasi jumlah peserta hanya 30 orang. Karenanya, ada proses seleksi yang cukup ketat bagi peserta lewat essay yang dikirim tiap peserta saat mendaftarkan diri.

“Animonya cukup tinggi, padahal tadinya kita menyangka akan kekurangan peserta, karena memang persiapannya singkat, termasuk waktu pendaftarannya,” jelas Fajar yang pada tahun 2017 lalu juga menjadi peserta kegiatan serupa di PKEK.

Fajar mengungkapkan, SKE menjadi ajang pendidikan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang akan bergabung dalam volunteer PKEK. Setelah mengikuti pendidikan SKE, para siswa nantinya bisa mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan di PKEK mulai kegiatan rutin harian di kawasan PKEK, hingga kegiatan-kegiatan pelepasliaran dan edukasi ke masyarakat.

Fajar melihat, tingginya minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan SKE di PKEK merupakan satu bukti isu konservasi mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat, terutama generasi muda. Selain itu, ini juga bukti upaya-upaya konservasi elang yang selama ini dilakukan PKEK sejak tahun 2014, telah menarik perhatian publik dan mampu mengajak masyarakat untuk berbuat.

“Dari essay-essay peserta yang masuk, isu lingkungan menarik perhatian banyak peserta, mereka juga tertarik untuk belajar konservasi elang karena sebelumnya sudah mengenal PKEK,” jelasnya.

Zaini Rahman, manajer PKEK mengakui, kegiatan yang digelar para volunteer PKEK tahun ini memang diluar dugaan setelah melihat tingginya animo peserta yang ingin mengikuti kegiatan ini. Para pendaftar, bukan hanya berasal dari Garut, tapi juga dari luar Jawa Barat hingga Kalimantan, Lampung dan Bali.

“Karena waktu pendaftaran singkat, banyak peserta dari luar kota hingga luar Pulau Jawa yang kesulitan juga, mereka telah mendaftar namun terkendala transportasi dan waktu,” katanya.

Zaini mengakui, volunteer PKEK yang memang sengaja diinisiasi oleh pihaknya untuk mewadahi pegiat lingkungan dan masyarakat yang ingin ikut berperan aktif dalam upaya konservasi elang di Indonesia, sangat membantu pihaknya dalam menjalankan fungsi PKEK selama ini.

“Pendidikan angkatan kedua ini kita laksanakan karena kita melihat peran volunteer (relawan) selama ini cukup membantu kita, banyak kegiatan kita diluar dan dilingkungan PKEK dibantu penuh oleh para relawan angkatan pertama,” katanya.

Zaini pun memastikan, kegiatan SKE ini akan menjadi salahsatu agenda tahunan PKEK dalam upaya mengedukasi masyarakat akan arti penting konservasi elang dan habitatnya. Karena, pada prinsipnya konservasi satwa dan habitatnya adalah upaya untuk menjaga keberlangsungan hidup umat manusia kedepannya.

“Manusia tidak akan bisa bertahan hidup tanpa lingkungan dan seluruh isinya, karenanya jika bicara konservasi adalah upaya kita memastikan keberlangsungan hidup umat manusia,” katanya.

Rizka Nala Wibawa salahsatu siswa asal Garut, mengaku bangga bisa terpilih menjadi salahsatu siswa SKE batch 2 PKEK dari 80 orang pendaftar. Apalagi, ternyata begitu kegiatan dimulai, menurutnya banyak ilmu yang didapatnya dari pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya.

“Bukan hanya soal konservasi elang, kita juga belajar soal konservasi kukang dengan pemateri warga negara Inggris yang melakukan penelitian kukang di Garut sejak lama,” jelas Rizka yang juga aktif di lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah.

Selain soal materi pembelajaran yang menarik, menurut Rizka dari kegiatan ini juga dirinya bisa mengenal kawan-kawan baru yang datang dari berbagai daerah. Karenanya, ini merupakan pengalaman berharga seumur hidupnya. Apalagi, dirinya juga berkesempatan bisa mengunjungi perusahaan yang mengelola panas bumi menjadi listrik di Kamojang.

“Ini pengalaman yang sangat jarang sekali, karena tidak sembarang orang bisa masuk kawasan itu (PT PGE),” katanya.

Merasa mendapat pengalaman dan ilmu-ilmu bermanfaat lewat kegiatan SKE, Rizka pun merasa sangat antusias  mengikuti kegiatan selanjutnya setelah menjadi volunteer PKEK. Apalagi, dirinya sangat suka sekali melihat elang terbang bebas di alam liar yang dilihatnya saat melakukan pengamatan burung di kawasan hutan Kamojang saat pendidikan.

“Slogan kita sebagai sahabat elang yaitu “Tidak membeli, tidak memelihara, mari selamatkan elang” katanya dengan semangat.

Chika Aglia Olasandra, mahasiswa Universitas Kuningan yang terpilih menjadi siswa SKE batch 2 bersama enam orang lainnya dari universitas Kuningan mengungkapkan, awalnya dirinya merasa terpaksa mengikuti kegiatan SKE di PKEK Garut setelah diinstruksikan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahakupala dan kelompok studi konservasi yang diikutinya di kampus.

Apalagi, selama ini dirinya merasa tidak terlalu banyak aktif di dunia konservasi. belum lagi, informasi pendaftaran yang diterimanya pun mendadak. Namun, setelah dinyatakan lulus seleksi dan mengikuti pendidikan, Chika merasa sangat beruntung bisa ikut kegiatan ini karena banyak ilmu yang didapatnya dan kegiatannya pun menyenangkan.

“Pematerinya semua orang yang berpengalaman di bidangnya dan memang punya motivasi dan komitmen yang tinggi menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Hal yang paling menyenangkan selama mengikuti sekolah ini, menurut Chika adalah dirinya bisa mengetahui dan mengenal jenis-jenis elang yang ada di seluruh Indonesia serta hal-hal unik soal Elang. Karenanya, dirinya melihat upaya edukasi soal konservasi elang di Indonesia sangat penting bagi bagi semua pihak agar masyarakat bisa ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

Kepala Bidang KSDA wilayah III Ciamis, Andi Witria Suprapto yang menutup kegiatan SKE batch II PKEK menyambut baik kegiatan pendidikan yang dilaksanakan para volunteer PKEK. Karena, kegiatan ini, sangat membantu pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini bisa membangun kesadaran masyarakat untuk mau menjaga kelestarian lingkungan, karena upaya menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggungjawab pemerintah,” katanya.

Andi berharap, kegiatan ini bisa digelar secara berkala dengan melibatkan lebih banyak siswa dari berbagai latarbelakang lembaga, pendidikan dan daerah. Dengan begitu, upaya-upaya membangun keseimbangan lingkungan bisa terbangun dan upaya konservasi elang yang dilakukan PKEK bisa semakin diterima oleh semua lapisan masyarakat.

SKE batch 2 yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam di kawasan PKEK sendiri, menghadirkan berbagai narasumber ahli dari berbagai lembaga diantaranya, Wildlife Conservation Society (WCS), Wildlife Potography, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Burung Indonesia, Pertamina Geothermal Energy serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. Selain materi kelas, para siswa pun diajak melakukan praktek-praktek pengamatan burung dan tata kelola satwa di PKEK. (*)

Penulis : Humas PKEK

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here