Pelamar CPNS Membludak, BKD Garut Masih Verifikasi Berkas Lamaran

garutexpress.id- Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Garut mencapai 21 ribu lebih. Jumlah tersebut naik 10 kali lipat dibanding penerimaan CPNS periode sebelumnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Garut, Muhlis, menyebut minat pelamar yang tinggi karena banyaknya formasi CPNS di Garut. Kuota CPNS di Garut sebanyak 838.

“Memang banyak pelamarnya. Total sebanyak 21.703 orang yang sudah memasukan datanya sampai penutupan pada 27 November,” ujar Muhlis di ruang kerjanya, Selasa (3/12/2019).

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, formasi guru paling banyak dilamar yakni 11.892. Disusul tenaga teknis sebanyak 4965 pelamar dan tenaga kesehatan 4846 pelamar.

“Kuota untuk guru jadi yang paling banyak dibuka. Jadi peminatnya sangat besar,” katanya.

Hingga kini pihaknya masih melakukan proses verifikasi administrasi. Sejak 28 November verifikasi sudah dilakukan dan berakhir pada 12 Desember (2019).

“Nanti hasilnya akan diplenokan di Panselda (panitia seleksi daerah). Pengumuman hasil seleksi administrasi dilakukan pada 16 Desember,” ucapnya.

BKD Masih Verifikasi Lamaran CPNS

Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Garut masih memverifikasi lamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang berjumlah 21.703. Verifikasi dilakukan oleh 30 verifikator dari staf BKD.

“Kami kebut terus untuk verifikasi ini. Tanggal 12 (Desember) harus selesai. Soalnya kan nanti yang lulus atau tidak (seleksi administrasi) akan diplenokan dulu sebelum diumumkan pada 16 Desember,” kata Sekretaris BKD, Muhlis saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/12/2019).

Sebanyak 30 verifikator tersebut dibagi dalam dua shift. Setiap shift diisi oleh 15 verifikator yang bekerja selama delapan jam.

“Banyaknya pelamar ini juga cukup memakan waktu untuk verifikasinya. Kami mulai dari jam 07.30 sampai 00.00. Bahkan sering sampai jam 03.00 kalau internet bagus, biar cepat selesai verifikasinya,” ujarnya.

Verifikas administrasi, lanjutnya, harus dilakukan dengan cermat. Setiap berkas diperiksa dan jika ada yang tak sesuai, akan dipisahkan oleh verifikator.

Saat melakukan verifikasi, Muhlis mengaku banyak pelamar yang tak sesuai memasukan berkas. Misal seperti pas foto yang tak sesuai.

“Ada yang kirim fotonya seluruh badan dengan gaya bebas. Jelas sudah tidak sesuai. Atau salah dalam menginput berkasnya,” katanya.

Jumlah pelamar ke Garut yang membludak, tambahnya, karena tak ada batasan akreditasi kampus yang ditetapkan pemerintah. Di samping kuota CPNS di Garut yang cukup banyak.

“Kalau periode sebelumnya kan dibatasi akreditasi kampus itu minimal B. Tapi sekarang yang C juga bisa daftar. Jadi banyak yang ikut daftar,” ujarnya.

Pelamar CPNS di Garut didominasi warga Garut. Namun tak sedikit pelamar yang berasal dari luar Garut. “Dari Jakarta, Lampung, dan beberapa daerah lain juga ada yang ikut ngelamar,” tukasnya. (*)

Penulis : FW

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here