Partai Gelora ‘Soft Launching’ di Garut, Cep : Partai Gelora Tidak Sama dengan PKS

garutexpress.id- Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mulai membangun struktur partai hingga daerah, di antaranya di Kabupaten Garut. Partai besutan eks-Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta itu mulai menguatkan kepengurusan di tingkat daerah dan Kecamatan.

Di Garut sendiri, Partai Gelora sudah membentuk lima orang pengurus inti, 35 pengurus tingkat Kecamatan. Ke depannya, pihaknya akan memperkuat kepengurusan di masing-masing Kecamatan hingga Ranting.

Memasuki tahun politik pada 2024 mendatang, Partai Gelora menargetkan punya kursi legislatif dan pimpinan Kepala Daerah (Bupati atau Wakil Bupati Garut). Cep Ahmad Mukhtar dipilih sebagai sosok yang mengisi posisi Ketua Partai Gelora Indonesia Kabupaten Garut.

“Insya Allah progres bisa mencapai 100 persen, walaupun ada beberapa lagi kecamatan yang belum memenuhi administrasi, dan saya pun optimis di Pemilu 2024 partai Gelora bisa meraih kursi. Partainya baru tapi didalamnya diisi muka-muka pemain politik lama,” ujarnya.

Menurut Cep, Partai Gelora tidak sama dengan PKS. Hal tersebut bisa dilihat dari 90 persen pengurus Inti tingkat kecamatan bukan mantan kader PKS, begitu pun kepengurusan tingkat Kabupaten.

“Saya jamin bahwa Gelora Kabupaten Garut bukan PKS perjuangan, atau PKS biru, karena Eks PKS hanya sebagian kecil saja,” ujarnya.

Di tingkat kabupaten, lanjut Cep, beberapa kalangan sudah bergabung, mulai kalangan pengusaha, akademisi, aktvis pergerakan, kalangan milenial bahkan hingga mantan anggota dari berbagai partai politik.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana, menyebutkan, pembentukan struktur partai sudah tersebar di 500 Kecamatan yang ada di Jawa Barat.

“Tinggal kerapihan jaringan-jaringannya dan saya optimis untuk Jawa Barat katagorinya sudah aman dan telah memenuhi seluruh Undang-undang, dan kita tinggal menunggu daerah-daerah yang lain untuk tinggal penyempurnaan saja,” katanya.

Haris menyebutkan, ruang demokrasi yang besar merupakan fasilitas yang paling strategis untuk melepaskan masyarakat dari kemiskinan dan kebutuhan dasar lainnya. Sementara ini, hasil dari demokrasi yang ada sekarang belum memuaskan banyak pihak.

Dengan begitu, Haris menegaskan, Partai Gelora bisa menjadi alternatif bagi kalangan yang menginginkan akselerasi dalam membawa bangsa ke arah baru yang lebih baik. (*)

Penulis : Papap Dindin
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here