Komunikasi Efektif Dalam Pencegahan Narkoba

Oleh: Dr. Zikri Fachrul Nurhadi, M.Si
Hasil Riset: Pencegahan Narkoba Melalui Komunikasi Keluarga dan Interpersonal Communications

Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan.

Pengukuran efektivitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan. Komunikasi efektif, setidaknya dapat mempengaruhi berbagai hal salah satunya komunikasi interpersonal tepatnya pada komunikasi keluarga.

Permasalahan bangsa dan negara sekarang ini akan menjadi permasalahan kita semua, termasuk satuan terkecil yaitu keluarga. Komunikasi keluarga yang efektif tentunya akan membawa angin segar terhadap komunikasi-komunikasi yang lainnya, termasuk permasalahan bangsa dan Negara.

Dalam hal ini, penulis mengkaji berbagai permasalahan bangsa yang begitu kompleks salah satunya bagaimana menyelematkan para remaja khususnya kaum milineal sebagai anak bangsa jauh dari Narkoba.

Tentunya ini selain tugas dari pemerintah, peran lingkungan sekitar (masyarakat), juga ada peran-peran lain yang paling lebih dominan yaitu peran keluarga dalam membangun dan mendidik anak-anaknya supaya terbebas dari lingkungan yang jauh dari gangguan Narkoba.

Fenomena Komunikasi khususnya Generasi Milenial mendapat perhatian yang cukup signifikan, sehingga mempengaruhi bidang-bidang tertentu, terutama bidang pendidikan, sehingga muncul bagaimana pola, strategi untuk menghadapi generasi tersebut khususnya dalam hal pencegahan Narkoba.

Mulai dari pola pikir kritisnya, etikanya, perilakunya, hal ini tentunya dipengaruhi oleh Faktor Teknologi Komunikasi, sehingga menyebabkan kehilangan komunikasi sosial (hubungan Interpersonal sudah beralih ke teknologi).
Narkoba menjadi Masalah Sosial Sistemik, kodisi saat ini: Remaja rentan terhadap Narkoba, Pengetahuan tentang Narkoba Kurang, Pengendalian Diri Terhadap Narkoba Rendah, Peduli terhadap permasalahan Narkoba rendah. MASALAH, Bagaimana Komunikasi Efektif Dalam Pencegahan Narkoba?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba, diantaranya: Kehidupan Modern : Gaya Hidup, Merebaknya Komunitas, Perpaduan Komunikasi Lintas Budaya, Media Sosial, Lemahnya Komunikasi Interpersonal.
Maka menurut penulis, setelah melakukan berbagai kajian, tentunya Masalah Narkoba merupakan Masalah Komunikasi Keluarga, sebagai Dialektikamanusiadalam Komunikasi, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor: Fungsi Keluarga mengalami gangguan (perceraian, anak Broken Home, tidak memiliki cara pandang ke depan, dsb), Fungsi Komunikasi Tidak Efektif (Kurangnya perhatian, rasa aman, kurang sentuhan orang tua), Lemahnya Komunikasi transendental dan spiritual (trancendental&spiritual communication) Kehidupan jauh dari Agama.

Masalah Komunikasi Keluarga yang dimaksud adalah (1)Keadaan dan kondisi keluarga. Keharmonisan keluarga ikut menentukan mudahnya seseorang terkena narkoba atau tidak. Keluarga yang kurang harmonis, baik antara suami-istri, orang tua-anak, serta anggota keluarga yang lain, sangat memudahkan anggotanya terpikat oleh narkoba. Untuk pencegahan, ciptakan kehidupan keluarga yang harmonis; (2) Kurang perhatian. Perhatian tidak cukup hanya dalam bentuk materi saja, tetapi perlu empati. Untuk pencegahan, bina perhatian dan kepedulian antar anggota keluarga, (3) Kurangnya komunikasi antarkeluarga. Hal ini menyebabkan anggota keluarga mencari orang lain (bukan keluarga) untuk melepaskan segala permasalahan yang dialaminya. Untuk pencegahan, perbaiki komunikasi dalam keluarga, (4) Kurang kesatuan. Kurangnya kesatuan dalam keluarga membuat ikatan keluarga menjadi longgar. Dengan demikian, masing-masing anggota keluarga akan mencari pelampiasan di tempat lain.
Maka dalam hal ini, perlu adanya peran Komunikasi Keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba, hal ini dilakukan dengan : (a) Pendidikan Agama dan Akhlak; (b) Kasih sayang, rasa aman, bimbingan dan perhatian; (c) Dorongan semangat untuk mencapai prestasi, (d) Pengawasan secara aktif dan bijaksana; (e) Mengasuh anak dengan baik (permisif); (f) Luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan anak, (g) Orang tua sebagai mitra masyarakat dan pemerintah dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Hal ini diperkuat oleh beberapa hasil riset: (a) Ada hubungan positif antara faktor komunikasi efektif terhadap pencegahan narkoba. Berdasarkan hasil penelitian, komunikasi efektif memiliki tingkat kegagalan sekitar 12%, sehingga 88% orang tua berhasil menghindari anaknya untuk terjerumus kepada Narkoba (b) Perlu pengetahuan dan keterampilan bagi para orang tua tentang seluk-beluk bahaya dan akibat narkoba.

Dengan mengetahui hal yang terkait segala risiko dan bahaya narkoba, orang tua bisa melihat dan mendeteksi secara dini segala keanehan yang muncul dalam keseharian anggota keluarganya (anak-anak), baik dalam keseharian di rumah maupun aktivitas bersama rekan sebayanya (c) 67% menyatakan banyaknya kasus keterlibatan anak dalam narkoba bermula dari masalah keluarga (keluarga tidak sehat).

Paling tidak dari minimnya komunikasi antara anggota keluarga, yang mengakibatkan kebebasan dalam bergaul. Hasil riset penulis, maka permasalahan narkoba harus lebih mengutamakan beberapa pendekatan, yaitu (a) Komunikasi transendental, Komunikasi yang dimaknai hubungan antara manusia dengan Tuhannya, Pendekatan Nilai-Nilai Agama Atau menggunakan Ruqyah Syariyyah (b) Komunikasi Persuasif, Pesan yang disampaikan mengandung upaya merubah sikap dan prilaku, mengandung ajakan dan himbauan yang dapat membangkitkan dan meyakinkan sehingga terbentuk perubahan sikap, pendapat, dan prilaku sesuai dengan nilai-nilai sosial.

Kesimpulan bahwa peran komunikasi keluarga memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter, etika dan penanaman nilai-nilai bagi setiap anggotanya untuk mengimbangi pengaruh kuat teman sebaya terhadap perilaku remaja terutama dalam pencegahan peredaran narkotika.

Peran keluarga sangat penting bagi setiap anggota keluarga yang menghadapi suatu masalah, serta dukungan komunikasi, kehangatan dalam keluarga terhadap pencegahan narkoba sangat besar pengaruhnya serta terus lakukan Literasi pada penyuluhan pencegahan Narkoba, menuju Remaja yang Bersih dan sehat.

Penulis adalah Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Garut


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here