Hadapi Gerhana Matahari Umat Islam Dianjurkan Shalat, Berikut Tata Cara Shalat Khusuf

garutexpress.is- Seperti diketahui, pada 26 Desember 2019 mendatang, bumi akan mengalami gerhana matahari cincin. Umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunah dua rakaat atau disebut juga dengan salat sunah khusuf.

Shalat gerhana/ khusuf dilaksanakan ketika terjadi gerhana baik itu gerhana bulan maupun gerhana matahari. Shalat sunah ini dikerjakan dua rakaat dengan dua rukuk di setiap rakaatnya.

Hukum shalat ini adalah sunah muakkad, yaitu dianjurkan untuk dilaksanakan tapi tidak diwajibkan. Sunah muakkad disertai dengan penekanan yang kuat dan juga hampir mendekati wajib.

Allah berfirman dalam Surah Fussilat ayat 37 yang berbunyi sebagai berikut,

Artinya, “Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya.” (QS Fussilat,37).

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdo’alah kepada Allah, lalu salatlah sehingga gelap hilang dari kalian, dan bersedekahlah.”

Shalat gerhana dapat dilakukan secara berjamaah. Diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan diikuti dengan dua khotbah seperti layaknya salat Idulfitri atau salat Iduladha.

Setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sebelum melaksanakan shalat, didahului dengan niat.

Tata cara salat gerhana, dapat dilakukan sebagai berikut.

1. Berniat mengerjakan salat gerhana bulan (khusuful qamar) atau salat gerhana matahari (khusyufusy-syams), menjadi imam atau sebagai makmum.

2. Takbiratul ihram. Membaca surah al-Fatihah dilanjutkan surah panjang. Rukuk, dengan memanjangkan waktu rukuk tersebut.

3. Bangun dari rukuk (iktidal), membaca bacaaan iktidal, tetapi dilanjutkan dengan membaca Surah al-Fatihah, dan surah lain.

4. Rukuk kembali, lebih pendek daripada rukuk sebelumnya. Iktidal, dilanjutkan dengan sujud, duduk di antara sujud, dan sujud kembali.

5. Mengerjakan rakaat kedua, dengan cara yang sama dengan rakaat pertama (dengan dua rukuk), hanya bacaan-bacaannya lebih singkat.

6. Salam setelah shalat, imam kemudian berkhotbah dengan anjuran untuk zikir, doa, istighfar, dan sedekah. (*)

Dari berbagai sumber.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here