Dugaan Korupsi Pokir, Kini Giliran Ketua DPRD Garut Diperiksa Kejari

ilustrasi.net

garutexpress.id- Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi Pokir terus berlanjut. Kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut memeriksa Ketua DPRD Garut, Euis Ida Wartiah terkait kasus dugaan korupsi pokok pikiran (Pokir) DPRD periode 2014-2019. Di periode lalu, Euis merupakan anggota dewan.

Kepala Kejari Garut, Azwar, menyebut pemeriksaan Euis dilakukan lebih cepat. Seharusnya Euis diperiksa pada Kamis (12/12) sesuai surat panggilan. Namun, Euis meminta pemeriksaan dipercepat.

“Jadi hari ini (kemarin) diperiskanya. Ada acara lain Bimtek (bimbingan teknis), beliau mengusulkan agar pemeriksaan dipercepat,” ujar Azwar di Kantor Kejari Garut, Selasa (10/12/2019).

Euis diperiksa penyidik Kejari sejak pukul 09.00 hingga pukul 15.00. Hingga kini, sudah ada 43 anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah dilakukan pemeriksaan.

“Untuk mantan ketua dewan, pak Ade Ginanjar dijadwal ulang. Hari Senin (16/12/2019) akan kami periksa,” tukasnya.

Seharusnya, Ade diperiksa pada pekan ini. Ade yang menjadi anggota DPRD Jawa Barat berhalangan hadir karena harus melakukan reses.

“Pertengahan Desember pemeriksaan semua anggota bisa selesai. Sesuai target dari kami sebelum memutuskan kasus ini dilanjut ke penyidikan atau dihentikan,” katanya.

Ketua DPRD Garut Euis Ida yang diperiksa sebagai kapasitas anggota DPRD Garut periode 2014-2019 mengungkapkan dirinya hanya diminta klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan dana Pokir dan biaya operasional (BOP).

Euis tak banyak berkomentar terkait pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Ia bahkan terburu-buru saat keluar ruang pemeriksaan menuju mobil dinasnya.

“Klarifikasi saja masalah tahun lalu. Sudah dulu yah,” ucap Euis yang bergegas naik mobil.

Sebelumnya, Kejari Garut juga sudah memeriksa pimpinan DPRD periode lalu. Terkait kerugian negara, Azwar juga belum bisa menyebutkan karena masih menunggu hasil pemeriksaan. (*)

Penulis : FW

Editor  : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here