Dana BOS Telat Cair, Pengelola Sekolah di Garut Terpaksa Ngutang Sana-sini

garutexpress.id- Pencairan bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan keempat tahun 2019 mengalami keterlambatan. Akibatnya, untuk membiayai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sejumlah sekolah di Kabupaten Garut kebingungan.

Kebingan para pengelola sekolah semakin menjadi, pasalnya penyelenggaraan ujian akhir semester atau penilaian akhir semester (UAS/PAS) di sejumlah sekolah dasar (SD) Kabupaten Garut nyaris terganggu.

“Gara-gara BOS belum cair, penyelenggaraan UAS/PAS di sekolah kami yang dimulai hari Senin (2/12/2019) hampir terganggu. Kami sempat dibuat kelabakan karena tidak ada dana untuk penyelenggaraan UAS/PAS. Terpaksa kami ngutang dulu sana-sini ,” kata Undang, salah seorang kepala SD di kawasan Garut Selatan.

Menurutnya, pencairan BOS triwulan keempat seharusnya sudah cair pada November 2019. Tatapi, memasuki awal Desember (2019) dana BOS yang dinanti-nantikan tak kunjung cair.

Hal senda disampaikan Muslim, S Pd.I., kepala sekolah salah satu SMP swasta di kawasan Bayongbong Garut. Untuk memenuhi kebutuhan KBM di sekolahnya, ia harus mencari pinjaman dengan menggadaikan kendaraan pribadinya.

“Ya, telat, seharusnya BOS sudah cair pada bulan November (2019) ini. Kami di sekolah kebingungan untuk membiayai KBM, ya terpaksa pinjam kesana ke mari meski harus mengadaikan barang milik pribadi. Apalagi, sekolah kami (SMP) menyelenggarakan sekolah secara gratis, jadi  BOS ini menjadi andalan di sekolah kami,” katanya, Selasa (3/12/2019).

Terkait telatnya pencairan dana BOS, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Garut belum memberikan jawaban. Saat dimintai komentarnya melalui pesan whatsapp, Kadisdik Garut, Totong tak kunjung memberikan jawaban, ia hanya membaca pesan tersebut. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here