BREAKING NEWS: Diperiksa Kejari, Ade Ginanjar Hindari Wartawan Lewat Pintu Belakang

Garutexpress.id – Kejaksaan Negeri Garut melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Garut. Kali ini, mantan Ketua DPRD Garut, Ade Ginanjar giliran yang diperiksa.

Kasie Intel Kejaksaan Negeri Garut, R. Muhamad Taufik membenarkan telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Ketua DPRD Garut, Ade Ginanjar.

Menurutnya, Ade diperiksa terkait dugaan kasus Pokir dan BOP. Namun dirinya tak mau merinci pertanyaan yang diajukan kepada Ade Ginanjar.

“Memang benar Ade Ginanjar sedang diperiksa. Tapi materi pemeriksaannya saya tidak bisa menjelaskan sekarang,” kata Taufik di Kantor Kejaksaan Garut, Jumat (13/12/2019).

Masih menurut Taufik, mantan Ketua DPRD Garut itu diperiksa setelah shalat Jumat hingga sore hari.

“Tadi sudah diperiksa. Sejak siang sampai jam pulang ini,” kata dia.

Usai diperiksa, Ade Ginanjar yang mengenakan kaos putih celana jeans biru ke luar Kantor Kejaksaan Garut melalui pintu belakang.

Padahal, saat itu awak media sudah menunggu sejak siang di lobi Kantor Kejaksaan.

Ade Ginanjar langsung nyelonong pulang dan masuk ke mobil tanpa mengeluarkan sepatah katapun kepada media.

Tidak hanya ade Dadan Hidayatullah juga dimintai keterangan soal dugaan kasus korupsi Pokir dan BOP. Hanya saja dari info yang dihimpun Dadan sempat mangkir dua kali.

Sejauh ini sudah ada 30 anggota DPRD Garut Priode 2014-2019 yang sudah dimintai keterangan soal dugaan Korupsi Pokir dan BOP.

Diberitakan sebelumnya, terkait dugaan korupsi dana Pokok-pokok pikiran (Pokir) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Garut terus melakukan penyelidikan. Kejari telah memanggil 30 anggota DPRD Garut periode 2014-2019.

“Kita terus memanggil dan memeriksa anggota DPRD periode 2014-2019 untuk dimintai keterangannya terkait kasus Pokir. Semuanya berjumlah 50 orang (anggota DPRD Garut) termasuk semua unsur pimpinan akan kita periksa,” kata Kepala Kejari Garut, Azwar, Selasa (19/11/2019).

Azwar menegaskan, target penyelidikan ini ditargetkan akan tuntas pada Desember 2019. Untuk memenuhi target, pihaknya terus meningkatkan intensitas penyelidikan.

“Kita sudah menambah jaksa yang dilibatkan untuk penyelidikan kasus ini. Ada 11 orang jaksa untuk melakukan pemeriksaan ini,” katanya. (MHI)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here