Vonis Satu Tahun Penjara, Kuswendi dan JPU Mengaku Pikir-pikir

garutexpress.id – Vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Garut, Kuswendi telah dijatuhkan Pengadilan Negeri Garut. Atas putusan tersebut Kuswendi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku pikir-pikir.

JPU, Fiki, mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Menurutnya vonis hakim lebih ringan dari tuntutannya 1,5 tahun penjara.

“Ada waktu satu minggu untuk upaya hukum terdakwa. Kalau terdakwa banding, kami juga akan banding,” kata dia.

Sementara itu, Kuswendi mengaku akan berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. Menurutnya, ia akan memaksimalkan waktu satu minggu yang diberikan majlis hakim.

“Saya berunding dulu sama pengacara. Ini belum komplit. Semuanya ada enam pengacara,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Majlis Hakim Pengadila. Negeri Garut, menjatuhkan hukuman satu tahun penjara terhadap terdakwa Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi. Hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Hakim ketua yang dipimpin, Hasanudin menegaskan, Kuswendi dijerat Undang-undang nomor 32 tahun 2009 pasal 109. Dalam pasal tersebut dijelaskan, Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Putusan tersebut terkait kasus pembangunan Bumi Perkemahan (Buper) di kaki Gunung Guntur.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa 1,5 tahun. Namun hakim memiliki pertimbangan lain sehingga menjatuhkan vonis lebih ringan.

“Pertimbangan yang meringankan, terdakwa kooperatif saat persidangan. Sedangkan yang memberatkannya, ia terbukti bersalah,” kata Humas PN Garut, Endratno Rajamai, Kamis (21/11/2019).

Hukuman yang harus dijalani Kuswendi bukan hanya kurungan 1 tahun penjara. Bahkan ia harus membayar denda Rp 1 Miliar atau subsider empat bulan penjara.

Rajamai mengatakan, Kuswendi diberi waktu selama satu minggu untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Ia menandaskan, jika tidak ada jawaban maka terdakwa akan dieksekusi.(MHI)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here