Tawon Serang Warga di Bayongbong, 1 Orang Tewas 3 Luka-luka

SUASANA prosesi pemakaman korban sengatan tawon liar di Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Kamis (21/11/2019).***

garutexpress.id- Warga di kawasan Bayongbong digegerkan dengan sengatan tawon yang menyerang tiga orang warganya. Kejadian tersebut berlangsung di Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (20/11/2019).

Menurut Giman (45), warga setempat, akibat sengatan tawon ini seorang warga meninggal dunia. Sementara itu tiga orang rekannya mengalami luka cukup serius.

“Ya kejadiannya kemarin, (Rabu-20/11/2019), yang diserang tawon liar ini empat orang. Seorang  di antaranya meninggal dunia dan 3 luka-luka. Korban yang meninggal dunia akibat sengatan tawon dimakamkan hari ini,” ungkapnya, Kamis (21/11/2019).

Akibat sengatan tawon tersebut, Armi Fauzi (11), siswa SDN Samarang 1 asal Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, meninggal dunia karena disengat tawon, Rabu (20/11/2019).

Sementara, dua teman Armi, yaitu Saeful Ulum (13), Muhammad Rizki (13) dan adik Armi, Elzar (10) mengalami belasan luka sengatan. Diketahui tawon bersarang tak jauh dari rumah mereka.

Neni Suhaeni (60), nenek dari Rizki mengungkapkan, pada Rabu sore cucunya sedang bermain bersama Armi, Saeful Ulum, dan Elzar. Mereka mencoba membongkar sarang tawon yang ada di bagian atap salah satu rumah warga.

Keempatnya sempat naik ke lantai satu masjid untuk membongkar sarang tawon tersebut. Mereka menggunakan kayu panjang untuk membongkar sarang tawon. Begitu kayu dicolokan pada sarang, tawon-tawon yang ada di sarang pun langsung menyerang keempat anak itu.

“Begitu tawonnya nyerang, mereka langsung berlarian. Rizki masuk bak kamar mandi setelah melompati jendela, Armi tidak bisa melompat jendela, karena jendelanya tinggi,” ungkapnya, saat ditemui di kediamannya di Kampung Nangela, Kamis (21/11/2019).

Setelah serangan tawon berhenti, anak-anak kemudian sempat berkumpul di posyandu. Sedangkan Rizki pulang ke rumahnya. “Setelah pulang (Rizki) langsung minta ke dokter karena sakit dari sengatan tawon, di kepalanya saja ada delapan lebih luka sengatan tawon, belum di badan, tangan dan kaki,” ujar Neni.

Rizki sempat diobati di Puskesmas Bayongbong dan juga menggunakan obat-obatan tradisional, seperti dibaluri dengan cabe.Rizki mengatakan, dia bersama tiga teman lainnya memang sengaja membongkar sarang tawon yang kerap menganggu warga. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here