Meski Tersakiti, NU Garut Akan Terima Permohonan Maaf Orator Guru Honorer

Garutexpress.id – Pernyataan orator guru honorer dalam aksi tempo hari yang menyinggung usia Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amien ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, warga Nahdlatul Ulama merasa tersakiti atas pernyataan itu.

“Warga NU jelas merasa tersakiti mendengar ulamanya dilecehkan,” kata Sekretaris NU Garut, Deni Ranggajaya kepada “GE”, Jumat (29/30/2019).

Namun belakangan ini, kata Deni, yang bersangkutan melalui organisasi forum guru honorer telah memohon maaf.

“Kita sudah menerima surat permohonan maaf dari yang bersangkutan,” ucapnya.

Bahkan, kata Deni, yang bersangkutan diagendakan akan datang ke Kantor NU Garut pada hari Senin (2/12/2019) untuk melakukan tabayun.

Ia menandaskan sebagai orang muslim tentunya akan menerima dengan lapang dada permohonan maaf yang bersangkutan.

“Kita maafkan. Sebagai seorang muslim tentu harus bisa memaafkan,” ujardia.

Deni berharap, kepada siapa saja yang melakukan aksi unjukrasa agar fokus saja pada materi yang diusulkan. Jangan sampai melebar apalagi melecehkan seseorang.

“Mau tidak mau pa Kyai Ma’ruf itu pemimpin negara. Jadi tidak pantas dilecehkan,” ungkapnya.

Ia berharap ke depannya kejadian serupa tidak terulang. Agar tidak terjadi lagi kegaduhan.

Diberitakan sebelumnya, aksi guru honorer honorer di Garut diwarnai ujaran yang tak layak terhadap Wakil Presiden RI, K.H Ma’ruf Amien. Dalam orasi itu, salah seorang orator perempuan menyentil usia wakil presiden yang sudah 70 tahun tapi masih bisa menjabat sebagai pimpinan negara.

“Naha ari wakil presiden usiana geus 70 taun masih bisa ngatur nagara,” ucap orator dalam aksi itu dengan menggunakan dialek bahasa Sunda.

Belakangan ini, orator tersebut diketahui bernama Tin Tin Siti Hajar. Video ujaran kebencian terhadap wakil presiden itu kini beredar luas di masyarakat.

Pascaheboh di masyarakat, akhirnya Tin Tin melayangkan sebuah surat permohonan maaf. Surat itu ditujukan kepada masyarakat Garut dan warga Nahdiyin.

Dalam surat itu, dirinya mengaku khilaf. Ia berjanji tak akan mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari. (MHI)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here