Maulid Nabi di Kampung Bongkor Tongoh, Mengenang Jejak Sirah Nubuwah

garutexpress.id- Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW telah berlangsung di beberapa wilayah. Kemeriahan  peringatan hari lahir Nabi akhir zaman ini juga digelar warga Kampung Bongkor Tongoh, RW 9, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jumat (29/11/2019).

Peringatan maulid nabi yang menghadirkan penceramah KH Muib ini mengangkat tema “Jejak Sirah Nubuwah Membina Generasi Berakhlaqul karimah serta Mempererat tali Ukhywah.

Diharapkan, dengan memperingati  Maulid Nabi Muhammad SAW  tahun 1441 H kaum Muslimin dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan mewujudkan ukhuwah Islamiyah sebagai modal menyikapi perkembangan zaman sekarang.

Prosesi acara secara resmi dibuka dengan pembacaan shalawatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al’Qur’an. Pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an dilantunkan  oleh beberapa qori terbaik di Kecamatan Samarang, di antaranya H Zaenal Mutaqin, Usatdz Cucu Kuswendi serta Usatdz Hartono Mubarok.

Selain KH Mujib, beberapa mubaligh juga dihadirkan, di antaranya Habib Ali Zaki dan Ustadz Dhegar Straiger. Tampak hadir sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kepemudaan serta elemen masyarakat.

Dalam tausiahnya, Habib Ali Zaki mengajak para jamaah untuk mencintai Nabi Muhammad SAW serta meneladani jejaknya.

“Kita harus meneladani dan mempelajari sejarah Rasulullah (SAW) agar kita memahami akhlak dari Nabi besar kita, Nabi Muhammad  (SAW).  Intinya maulid adalah memuliakan kelahiran Nabi Muhammad (SAW),” ungkapnya.

Dikatakannya, dengan adanya peringatan maulid nabi, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan Rasulullah dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam. Ini satu  hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid Nabi adalah meniru dan meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

“Hikmah maulid Nabi ini di antaranya untuk mengingatkan kembali tentang betapa hebat perjuangan beliau dan akhlak serta moralitasnya.  Manusia itu tempatnya lupa, meski tiap hari shalawat tetapi kalau hati tidak meresapinya, pasti lupa dengan makna substantif dari shalawat itu,” kataya.

Diharapkannya, dengan peringatan maulid nabi ini, umat Islam bisa tergugah kembali untuk selalu berikhtiar secara konsisten dalam meneladani dan mengamalkan ajarannya.

“Terkadang, hal tersebut hanya sebagai seremonial saja, seyogyanya bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

Selain tabligh akbar, kegiatan menyambut maulid nabi ini juga dimeriahkan seni religi, semisal marawis hadroh dan seni religi lainnya.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan ini merupakan wujud kecintaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW dan mengagungkan syiar Islam. (*)

Penulis : Zenal


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here