Kopri PMII Garut Kupas Posisi Perempuan Dalam Sekolah Islam Gender

An An Aminah, S.Pd. sedang memberikan materi dalam kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) yang diadakan oleh KOPRI PMII Kabupaten Garut yang digelar pada tanggal 28 hingga 30 November 2019. Foto : Sidqialghifari/Garutexpress.

Garutexpress.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut melalui Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) terus memberikan pemahaman kepada kadernya dengan menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) pada tanggal 28 hingga 30 November 2019 di Gedung BKKBN Garut.

Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten Garut, Fitriani menjelaskan, kegiatan SIG ini sebagai jenjang kaderisasi Kopri PMII, juga sebagai kebutuhan dalam upaya penguatan daya intelektual bagi kader dalam menyuarakan soal isu-isu perempuan.

“misalnya kemarin soal isu tentang RUUPKS, dengan sekolah gender ini, para kader dituntut untuk sadar terhadap isu-isu nasional melalui sekolah gender ini,” Ujar Fitriani.

Fitri menambahkan dengan terselenggaranya SIG diharapkan mampu melahirkan kader-kader perempuan yang mampu memberikan advokasi terhadap isu-isu keperempuanan entah itu kekerasan maupun masalah lain yang ada. Serta menjadi pionir yang bisa menempati tempat strategis dalam politik, budaya, dan profesi, agar tidak selalu didominasi oleh kaum laki-laki.

Dalam kegiatan yang sudah berlangsung dua hari itu, fitri menyoal perihal kasus viral video Vina Garut, yang mana peliputan soal kasus tersebut bias gender karena tidak memperhatikan keadilan bagi perempuan.

“Kasus tersebut kan melibatkan lebih dari satu orang, namun kenapa banyak orang hanya fokus terhadap sosok perempuannya, sementara sosok laki-laki tidak banyak ditonjolkan,” Tuturnya.

“Seolah-olah hanya sosok perempuannya saja yang bersalah, padahal yang lainnya tidak bersalah ” Tegasnya.

SIG merupakan jenjang pertama pengkaderan dari KOPRI yang dapat diikuti oleh anggota PMII yang telah melaksanakan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) baik itu perempuan maupun laki-laki.
Setelah SIG, pengkaderan KOPRI dilanjut dengan SKK (Sekolah Kader KOPRI) dan SKKN (Sekolah Kader KOPRI Nasional) yang dalam hal ini kuota peserta hanya untuk kaum perempuan.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, diantaranya Garut, Ciamis, Tasikmalaya dan Bandung.

Penulis : Sidqi Al Ghifari


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here