Kadesnya Jadi Tersangka Korupsi, Pelayanan di Desa Karyajaya Tersendat

garutexpress.id- Pada akhir Oktober 2019 ‘ES’ Kepala Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sejak saat itu, pelayanan masyarakat di Desa Karyajaya agak terhambat.

“Untuk sementara seluruh pelayanan dilakukan sekdes dan perangkat (desa) lainnya. Sebenarnya yang bersangkutan (Kades ES) masih ke desa, tapi jarang,” ujar Asep Muslihin yang merupakan Sekretaris Des Karyajaya, baru-baru ini..

Kondisi tersebut berdmpak pada pelayanan masyarakat terhambat. Semisal untuk rekomendasi dkumentasi administratif tertentu menjadi terhambat. “Seperti akta nikah itu kan wajib oleh Kepala Desa tidak bisa diwakilkan,” katanya.

Tidak hanya itu, sejak kasusnya terbongkar, seluruh pembayaran program, termasuk tunjangan dan insentif aparat desa menjadi tersendat. “Ya semuanya jadi tersendat, mau bagaimana lagi kami hanya bisa pasrah,” ungkapnya.

Diharapkannya, Pemkab Garut segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Karyajaya, sehingga pelayanan masyarakat tidak terganggu.

“Kami tentunya berharap, pihak Pemkab Garut segera menagani kasus ini, sehingga bisa membuat kondusif pelayanan terhadap masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Garut telah menetapkan ES, Kepala Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut, sebagai tersangka kasus korupsi dana desa.

Dalam praktiknya, tersangka ES ‘mengutak-ngatik’ anggaran dana desa dengan merencanakan program fiktif. Akhirnya total anggaran Rp 414 juta berhasil digelapkan tersangka ES.

“Dana ini diambil dari beberapa sumber, ada Dana Desa sebesar Rp 350 juta dengan kegiatan fiktif sebesar Rp 175 juta,” ujar Kasi Pidsus Kejari Garut, Deny Marincka Pratama, beberapa waktu lalu.

Mengetahui Kadesnya berulah, warga Karyajaya sempat protes. Warga kesal, anggaran yang ditilap tersangka rencananya akan digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan di sekitar Desa Karyajaya.

“Setelah bergejolak di Desa Karyajaya, akhirnya uang Rp 175 juta (untuk jalan lingkungan) diganti Rp 160 juta oleh tersangka,” kata Deny.

Tidak hanya jalan lingkungan, anggaran untuk pembangunan kantor desa pun tak luput dari praktik rasuah tersangka ES. “Anggaran untuk irigasi juga diduga dikorupsi,” tandasnya. (*)

Penulis : Tim GE
Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here