IPM Garut Tempati Urutan ke Tiga Bawah, Bupati Menunggu DOB Garsel Disyahkan

IPM Kabupaten Garut.

Garutexpress.id – Kabupaten Garut masih tergolong daerah tertinggal. Saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat, Kabupaten Garut menempati urutan ke tiga dari bawah.

Itu artinya, pucuk pimpinan Kabupaten Garut yang saat ini dinahkodai Rudy Gunawan dan Helmi Budiman harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

Saat ini, Kabupaten Garut hanya lebih baik dari Kabupaten Cianjur yang menempati posisi paling buncit dan posisi ke dua terakhir diduduki Kabupaten Tasikmalaya.

Urutan raihan IPM di Provinsi Jawa Barat.

Kabupaten atau kota dengan IPM tertinggi adalah Kota Bandung dengan IPM sebesar 80,13. Kabupaten atau kota IPM terendah adalah Kabupaten Cianjur dengan IPM sebesar 62,92.

Ketimpangan antara Kabupaten atau kota dengan IPM tertinggi dan provinsi dengan IPM terendah adalah 17,21.

Performa terbaik diraih oleh Kota Bogor dengan peningkatan IPM sebesar 0,85. Performa terburuk diraih oleh Kabupaten Pangandaran dengan peningkatan IPM sebesar 0,17.

Sedangkan IPM Kabupaten Garut hanya mencapai 65,42. 64,52. Kendati angkanya mengalami kenaikan sebesar 0,90 dibandingkan 2017 yang mencapai 64,52, posisi IPM Garut tak beranjak, dan hanya menempati peringkat ke-25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, atau ketiga terbawah setelah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Tasikmalaya.

Daya beli masyarakat Garut masih terendah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Pengeluaran daya beli masyarakat Garut baru sebesar Rp7.579.000 per tahun, setara Rp631.584 per bulan.

Rata-rata lama sekolah masyarakat Garut juga baru mencapai 7,5 tahun, dan menempati peringkat ke-18 dari 27 kabupaten/kota. Sedangkan Angka harapan hidupnya mencapai 71,03 tahun, atau menempati peringkat ke-12 dari 27 kabupaten/kota.

Khusus di bidang pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong mengatakan, dirinya akan bekerja keras mengejar ketertinggalan. Ia tak menampik, rata-rata lama sekolah di Garut masih rendah.

Ttotong berharap, semua pihak bisa berkontribusi dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah. Pasalnya anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

“Sekarang kan ada dana desa atau CSR perusahaan jadi kita bisa berkolaborasi,” kata dia.

Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah di Garut tak kurang dari Rp 25 Miliar. Estimasi tersebut didasarkan pada 15 ribu orang yang akan ikut kesetaraan.

“Anggaran yang dibutuhkan tiap orangnya diperkirakan Rp 1,5 Juta. Jadi totalnya Rp 25 Miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut akan melesat menjadi di atas rata-rata IPM Jawa Barat jika Kabupaten Garut Selatan mekar dari Kabupaten Garut. Selama ini, kata dia, masih banyak yang harus dibenahi di wilayah selatan Garut. Seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. (MHI)***


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here