Desa Dano Berbenah Menuju Desa Wisata yang Maju

garutexpress.id- Meski punya kekayaan alam yang melimpah dan indah, Desa Dano malah jadi desa paling tertinggal di Kecamatan Leles. Kini, perlahan Desa Dano bertransformasi menjadi desa yang lebih maju.

Salah satunya dengan perbaikan infrastruktur. Jalan menuju Dano sejak beberapa tahun lalu rusak parah. Dulu jalanan di Dano seperti sungai kering karena banyak batu dan lubang. Tahun ini, Pemkab Garut pun memperbaiki jalan sepanjang 5,4 kilometer hingga perbatasan menuju Kabupaten Bandung.

Kepala Desa Dano, Asep Saepuloh, menyebut, desa yang dipimpinnya mulai ditata. Setelah jalan masuk ke desa dibeton, geliat ekonomi warga pun lebih baik.

“Dulunya untuk kirim hasil tani ke Leles bisa tiga jam, sekarang cuma satu jam. Kami juga ingin kembangkan potensi di Dano,” ucap Asep disela kegiatan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di Kampung Patrol, Desa Dano, Rabu (20/11/2019).

Kampung Patrol jadi salah satu daerah yang mendapat sentuhan. Lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bandung. Sebelum jalan diperbaiki, warga sangat kesulitan untuk beraktivitas.

Kini Kampung Patrol pun sangat berwarna. Rumah-rumah penduduk dicat dengan warna yang mencolok. Bahkan SDN 2 Dano juga ikut ditata. Sekolah yang dulunya kurang terawat, sekarang sudah lebih baik. Halaman sekolah dicat dan digambar.

Bahkan, para murid juga bisa menggunakan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang sangat layak. Anak-anak Kampung Patrol yang meneruskan ke SMP dan SMA juga bersyukur karena jalan sudah diperbaiki.

“Hampir lima tahun jalam rusak. Sekarang ada perhatian dari pemerintah. Masyarakat juga antusias membantu menata desa ini,” katanya.

Hampir 90 persen warga Dano mengandalkan hasil tani dan ternak sebagai mata pencaharian. Domba Garut jadi hewan unggulan dari Dano.  “Ada 500 domba yang dirawat sama warga. Ada juga yang jadi perajin tas,” ucapnya.

Asep menuturkan, pihaknya ingin mengembangkan wisata di Dano. Curug Ciharus dan ternak domba bisa jadi potensi wisata unggulan. Namun perlu penataan agar bisa berkembang.

“Di sini juga ada bekas danau seluas lima hektare. Makanya disebut Desa Dano karena dulunya ada danau. Cuma sekarang sudah kering. Lokasinya juga jauh di atas gunung,” ujarnya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, optimistis Desa Dano tak akan jadi desa tertinggal. Perubahan mental masyarakat jadi yang paling penting setelah pembangunan infrastruktur.

“Dulu banyak orang merasa malu tinggal di Dano. Suka jadi bahan ejekan. Sekarang terbalik sudah bangga jadi orang Dano,” kata Helmi.

Pihaknya pun memberi pelatihan kepada masyarakat, terutama kaum ibu. Mulai dari pelatihan menjahit, memasak, hingga merias. Bahkan mereka juga mendapat pelatihan memadamkan api.

“Waktu pertama ke sini (Dano), masih ada MCK helikopter (toilet di atas kolam). Sekarang toiletnya sudah rapih. Perilaku masyarakat modern yang tampil sekarang,” ucapnya.

Ke depan, Dano sangat berpotensi jadi desa wisata. Banyak hal yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Terutama suasana alamnya yang sangat indah.

“Jalan juga sudah bagus. Sudah dibeton semuanya. Dulu ke sini, offroad jalurnya. Jalan yang bagus, buat masyarakat gembira. Paling besar pengaruh jalan itu,” katanya. (*)

Penulis :  FW

Editor   :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here