BKSDA Jabar Lakukan Identifikasi Pascakebakaran TWA Gunung Guntur

garutexpress.id- Balai Besar KSDA Jawa Barat, diwakili Seksi Wilayah Konservasi V Garut melaporkan, bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi pascakebakaran TWA Gunung Guntur. Identifikasi pascakebakaran kawasan hutan ini dilakukan untuk mengukur luas areal kebakaran, vegetasi yang terbakar dan menyelidiki sebab terjadinya kebakaran.

Menurut Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Dodi Arisandi, SH, M.Si., pemantauan pascakebakaran ini telah dilakukan pihaknya di kawasan Gunung Guntur, Blok Citiis sejak 28 Oktober 2019 lalu.

”Pemantauan pascakebakaran di Gunung Guntur Blok Citiis telah dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2019. Pemantauan ini dilakukan untuk mengumpulkan data luasan, melacak jalur api, identifikasi hotspot, penyebab kebakaran dan kondisi tutupan vegetasi yang terbakar,” uangkap Dodi, dalam press relese-nya, Sabtu (2/11/2019).

Ditambahkannya, pemantauan dilakukan dengan menggunakan drone  DJI Mavic pro. Tercatat, lokasi kebakaran berada di Blok Citiis TWA Gunung guntur dan di CA. Kawah Kamojang dari mulai Pos Jaga 3 sampai Leuweung Hejo puncak Gunung Guntur.

“Lokasi di sekitar puncakan Guntur ini merupakan padang rumput yang didominasi oleh Ilalang dan beberapa jenis perdu lainnya seperti harendong, Cantigi dan sebagainya. Sementara untuk kategori pohon didominasi oleh pohon Pinus. Dari hasil identifikasi yang dilakukan diperkirakan luasan kebakaran di blok Citiis, Gunung Guntur kurang lebih seluas 89,88 Hektare,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Ciamis Andi Witria Rudianto, S.Hut, M,Si., membenarkan telah dilakukan identifikasi pasca kebakaran hutan. Andi berharap kedepannya tidak ada lagi kebakaran hutan di wilayah Garut.

“Kita akan perkuat deteksi dini dan kegiatan penyuluhan serta sosialisasi kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat juga bisa menjaga agar Kebakaran tidak terjadi di kawasan hutan, karena akan merugikan semuanya bila terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Cagar Alam (CA) Kawah Kamojang sendiri merupakan kawasan konservasi dengan luasan keseluruhan 8.298,196 Ha, ditetapkan berdasarkan SK. Nomor: 110/Kpts-II/1990 tanggal 14 Maret 1990 yang berada di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung.

Sedangkan, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Guntur ditunjuk berdasarkan SK, Nomor: 274/Kpts-II/1999 tanggal 7 Mei 1999 seluas 250 Ha. Di Kawasan TWA Gunung Guntur sendiri terdapat beberapa satwa endemik diantara Macan Tutul (Panthera tigris), Elang Jawa (Nisaetus Bartelsii), Lutung Jawa, yang keberadaannya perlu dilestarikan. (*)

Penulis : Tim GE

Editor   : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here