Beri Wawasan Kebencanaan, MAIPARK Gelar Geo-Ekskursi

garutexpress.id- Masyarakat harus mengetahui database gunung merapi dan harus diberi informasi yang benar terkait dampak dari gunung merapi. Jangan sampai masyarakat di tempatkan di lokasi pengungsian, justru tempat itu menjadi aliran lahar.

Garut memiliki banyak gunung, tetapi ada dua gunung merapi yang masih aktif, yakni Papandayan dan Guntur. Dimanapun kejadiannya hanya ada tiga produk yang dikeluarkan pada saat letusan gunung merapi, yaitu lava dan lahar yang biasanya mengakibatkan kerugian pada infrastruktur, serta wedus gembel (awan panas).

Demikian disampaikan Dr. Eng, Mirzam Abdurracman , ST.MT dari Teknik Geologi ITB sebelum memberikan materi pada peserta outbond Geo-Ekskursi, yang diselenggarakan PT Reasuransi MAIPARK Indonesia di Kampung Sampireun, dan gunungPapandayan.

“Oleh karena itu, apa yang akan terjadi pada gunung merapi perlu disampaikan kepada masyarakat dengan benar,” katanya, Minggu (10/11/2019).

Dikatakannya, masyarakat juga tidak perlu panik jika terjadi gunung meletus. Di Indonesia terdapat 129 gunung merapi, 35 di antaranya berada di Jawa, dan dua gunung merapi terdapat di Garut. Jika salah satu gunung meletus tidak akan berdampak pada gunung merapi lainnya, terkecuali satu dapur.

“Seperti di Bali, kalau gunung Batur batuk-batuk pasti gunung Agung akan terdampak karena satu dapur. Tangkuban Perahu meletus tidak ada dampaknya pada Papandayan dan Guntur. Gunung Papandayan satu dapur dengan Cikuray. Namun gunung Cikuray sudah padam sedang gunung Papandayan sudah terbuka tutupnya, sehingga kalau terjadi lutusan pun tidak akan begitu membahayakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT Reasuransi MAIPARK Indonesia,Ahmad Fauzie Darwis, mengatakan kegiatan ini dalam rangka memberikan wawasan serta pemahaman mengenai potensi risiko bencana, yang terdiri dari pemberian materi dan kunjungan lapangan yang berkaitan dengan ilmu kebumian serta risiko bencana alam.

“Geo-Ekskursi ini menjadi cara MAIPARK kepada perusahaan asuransi umum Indonesia dalam memberikan edukasi terkait kebencanaan di sekitar Gunung Papandayan Garut. Kegatan ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen MAIPARK dalam melaksanakan penelitian di bidang ilmu kebumian yang bermuara pada peningkatan kompetensi industri asuransi umum Indonesia,” ujar Ahmad.

Ia menyebutkan,  hubungannya dengan perusahaan asuransi,adalah jika terjadi gunung meletus asuransi ada disana. Klaim kalau terdampak gunung merapi menimpa rumah, bangunan, dan lainnya karena banyak debu, hotel pun tertutup misalnya, maka asuransi konsen disitu.

“Kita jadi tahu, kemudian punya model untuk penghitungan jumlah kerugian rumah, bangunan dan lainnya yang terdampak bencana untuk nantinya bisa dinegosiasikan dan disepakati untuk menjadi besaran klaim,” katanya.

Terpisah, ketua panitia penyelenggara, Hengki Eko Putra, menambahkan, pemilihan gunung Papandayan sebagai objek edukasi kebencanaan, selain sebagai destinasi wisata yang terkenal, Gunung Papandayan merupakan gunung api strato yang menarik sebagai lokasi edukasi potensi risiko bencana.  (*)

Penulis : Papap

Editor   : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here