Angka Stunting di Garut Terbesar di Jawa Barat

garuexpress.id- Angka stunting atau gagal tumbuh di Kabupaten Garut jadi salah satu yang terbesar di Jawa Barat. Pemkab Garut telah menerima anggaran sebesar Rp 4 miliar dari pemerintah pusat untuk mengatasi stunting.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan stunting bisa disebabkan dari faktor keturunan. Namun ada faktor lain yang membuat anak menderita stunting yakni kurangnya asupan gizi.

“Persoalan sekarang itu, menurut WHO stunting di Indonesia karena kurang asupan gizi. Saat hamil, ibunya tak memberikan gizi yang cukup untuk bayi,” ujar Rudy, Senin (18/11/2019).

Rudy menyebut, kurangnya asupan gizi untuk bayi karena faktor ekonomi. Banyak keluarga yang tak mampu memberi makanan bergizi untuk anak-anaknya.

Dari hasil pendataan, ada tujuh kecamatan di Garut yang banyak menderita stunting. Yakni di Kecamatan Cibalong, Pakenjeng, Leuwigoong, Leles, Sukaresmi, Malangbong, serta Cibatu.

“Sudah dianggap darurat saja stunting ini. Soalnya di nasional juga sama sudah darurat,” ucapnya.

Pada 2017 angka stunting mencapai 43 persen. Untuk mengatasi stunting, maka Pemkab Garut mendapat bantuan Rp 4 miliar.

“Untuk program stunting ini dapat dari APBN. Uangnya untuk memberi tambahan makanan bagi penderitanya. Selain itu juga pertumbuhannya terus dipantau oleh kader,” katanya.

Diakui Rudy, persoalan stunting ini cukup mendasar. Pihaknya pun tak memiliki data yang lengkap soal angka stunting.

“Datanya beda-beda. Tapi ketujuh kecamatan ini kami terus pantau. Tak hanya soal fisik, penderita stunting dikhawatirkan juga berpengaruh kepada perkembangan otak anak,” ucapnya.

Kendala di lapangan, lanjutnya, orang tua mengeluhkan asupan makanan yang diberikan. Pasalnya anak bosan karena setiap hari harus memakan biskuit.

“Dikasih biskuit ternyata bosan. Sedus sebulan enggak habis. Ya wajar anak bosan. Harus cari cara lain untuk asupan gizi dari makanan lain,” katanya. (*)

Penulis : FW

Editor   : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here