Tertinggi di Jabar, 58 Desa di Garut Berstatus Masih Tertinggal

garutexpress.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengakui masih banyak desa tertinggal di wilayahnya. Berdasarkan data Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 201 Tahun 2019 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa, masih terdapat 58 desa tertinggal di Kabupaten Garut. Angka itu merupakan yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengakui, masih banyak desa tertinggal di wilayahnya. Banyaknya desa yang masih berstatus tertinggal disebabkan beberapa faktor, di antaranya luas wilayah dan kondisi geografis yang terjal berupa perbukitan dan pegunungan.

“Tapi kami terus berusaha terus meningkatkan pembangunan di desa tertinggal itu,” kata dia, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dari 421 desa di Kabupaten Garut, baru satu desa yang berstatus mandiri. Sementara 68 desa sudah dianggap maju, 294 desa tengah berkembang, dan sisanya masih tertinggal.

Helmi mengatakan, dengan luas wilayah lebih dari 3.000 kilometer persegi dan memiliki 42 kecamatan, aksesibilitas yang kurang memadai menjadi faktor utama yang membuat jumlah desa tertinggal masih banyak. Ia yakin, desa yang tertinggal itu banyak terdapat di wilayah selatan Garut. Karena itu, pihaknya akan terus berupaya membuka aksesibilitas desa yang masih sulit untuk dijangkau.

“Faktor utama itu akses. Kalau sumber daya alam sangat melimpah. Dengan dibukanya infrastruktur nanti sumber daya alam itu dapat bernilai lebih,” kata dia.

Menurut dia, pemkab sudah membuat program untuk membangun jalan lintas antardesa antarkecamatan pada 2019. Program itu juga akan diteruskan pada 2020. “Kita sudah ajukan ke DPRD,” tukasnya.

Selain membangun jalan, Helmi menambahkan, pihaknya juga terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, terutama untuk sekolah dasar. Pasalnya, untuk mengentaskan desa tertinggal dibutuhkan juga sumber daya manusia yang unggul.

Sementara di sektor kesehatan, pemkab juga terus memperbaiki layanan pusmesmas. “Kalau dalam lima tahun kemarin kita fikus puskesmas induk, sekarang kita fokus puskesmas pembantu yang ada di desa,” kata dia. (*)

Penulis : Tim GE

Editor    : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here